loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Miris Bocah-bocah SD Tewas di Tangan Teman Sekolahnya

Kategori Dunia: TrueStory

Lowongan Kerja Terbaru


Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Miris Bocah-bocah SD Tewas di Tangan Teman Sekolahnya. Didiklah anak Anda sejak dini. Kadang, mereka yang masih duduk di sekolah dasar sudah berbuat kenakalan atau pun mencelakakan teman sendiri dan tentu saja peran orangtua dipertanyakan.

Banyak kasus bocah SD yang justru meninggal karena teman sekolah sendiri. Entah berkelahi atau memang sengaja melukai. Tentu saja kejadian itu membuat pilu. Dunia pendidikan yang harusnya jadi tempat menimba ilmu malah tercoreng karena kurangnya pengawasan orangtua dan guru. Berikut kasus-kasus bocah SD meninggal karena teman sekolah sendiri:

Kisah Renggo, Bocah SD yang Tewas dianiaya karena pisang

Penganiayaan yang melibatkan dua bocah hingga berujung kematian, dialami siswa kelas V SDN 09 Kampung Makasar, Jakarta Timur, bernama Renggo Khadafi (11). Renggo meregang nyawa setelah dipukuli kakak kelasnya pada Senin (30/4), sekitar pukul 09.00 WIB di salah satu ruangan kelas.

Ibu angkat Renggo, Dewi Anggraeni, menjelaskan, nyawa Renggo tak dapat ditolong karena pembuluh darah di kepalanya pecah hingga membuat anaknya meninggal dunia. Dalam kejadian itu, satu anak merupakan pelaku utama sedangkan dua orang lainnya hanya membantu.

Berkelahi dengan teman, siswa kelas 2 SD di Kebayoran Lama tewas

Seorang siswa kelas dua sekolah dasar (SD) tewas saat mengikuti pelajaran olahraga di sekolahnya. Siswa tersebut tewas setelah berkelahi dengan teman sekolah.

Petugas Polres Metro Jakarta Selatan menyelidiki penyebab kematian AN (8), seorang murid sekolah dasar (SD), yang diduga akibat berkelahi dengan temannya R (8).

“Kami periksa sejumlah saksi, termasuk guru dan ibu korban,” kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Polisi Nunu Supadmi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (18/9) malam seperti dikutip Antara.

Polisi juga membawa jasad murid kelas 2 SD Negeri Pagi 02 Kebayoran Lama Utara itu ke Rumah Sakit Fatmawati guna menjalani autopsi agar mengetahui penyebab kematian.

Sementara itu, bapak korban Wawan menuturkan istrinya Karisa yang pertama kali menyampaikan informasi kematian anak keduanya itu.

Wawan mengaku pasrah dengan tewasnya AN itu dan akan menyelesaikan peristiwa itu secara kekeluargaan.

Bocah kelas III SD tewas setelah dikeroyok temannya

Jihan Salsabila (10), siswi kelas IIIA SDN 14 Muara Enim, Sumatera Selatan, tewas setelah dikeroyok empat teman sekelasnya. Jihan sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tak bisa diselamatkan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu (30/4) sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu, kelas Jihan sedang jam istirahat pertama. Tak diketahui siapa yang memulai, tiba-tiba Jihan terlihat ditendang oleh empat teman laki-laki sekelasnya. Akibat pengeroyokan itu, Jihan mengalami luka lebam di paha dan pinggang bagian kiri.

Kasat Reskrim Polres Muara Enim AKP Eryadi mengungkapkan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga terkait peristiwa itu.

“Laporan belum kita terima. Namun, informasinya, korban tewas setelah dikeroyok empat teman sekelasnya beberapa hari yang lalu,” ungkap Eryadi saat dihubungi merdeka.com, Senin (5/5).

Kepala SDN 14 Muara Enim, Ernawati mengatakan, keempat siswanya sempat memukul korban. Namun, itu hanya bermain-main bukan murni pengeroyokan.

“Mereka main-main saja, memang ada yang menendang Jihan. Kami dapat laporan pengeroyokan itu dari orangtua Jihan beberapa hari setelah kejadian itu,” pungkasnya.

Kisah Siswa kelas 1 SD tewas setelah dikeroyok 3 temannya

Seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Makassar juga tewas di tangan teman-temannya. Dia tak bernyawa lagi setelah dikeroyok tiga temannya.

Muhammad Syukur Syabran (7), murid Kelas 1A Sekolah Dasar (SD) Inpres Tamalanrea V, mengembuskan napas terakhir pada Senin (31/3) dini hari di ruang perawatan ICU RS Ibnu Sina, Makassar. Diduga kuat, dia dianiaya tiga orang siswa yang juga kelas 1 SD.

Belum diketahui penyebab tiga bocah itu mengeroyok Syukur. Bocah itu meninggal karena mengalami luka dalam.

Bocah kelas 3 SD di Kediri tewas setelah berkelahi

April 2014 lalu, seorang siswa kelas 3 SDN Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, berinisial DI (9), terlibat perkelahian dengan temannya A (9). Rupanya, perkelahian itu berbuntut pada tewasnya DI, setelah sempat dirawat di RSUD Gambiran.

Kasus perkelahian ini bermula dari perselisihan antara DI dan A (9). Tak ada yang mengira jika perkelahian yang melibatkan kedua bocah ini ternyata mengakibatkan luka serius terhadap DI.

loading...

Bacaan Terkait: