Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Miris Cewek-cewek ABG Jual Diri jadi PSK demi Pulsa dan HP Canggih

Kategori Dunia: TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Miris Cewek-cewek ABG Jual Diri jadi PSK demi Pulsa dan HP Canggih. Seorang siswi SMK di Depok, Jawa Barat, nekat menjual dirinya dengan tarif Rp 500 ribu. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan barang yang diinginkannya seperti handphone dan baju baru. Kasus ini terkuak setelah orangtua korban melapor ke Polres Depok. Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Martinus Sitompul kasus ini sedang ditangani pihak Polres Depok.

“Pengakuan korban, dia tidak dipaksa. Katanya memang ingin kerja sambilan,” kata Martinus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/1), seperti dilansir dari laman Merdeka.

Tak hanya itu, korban dengan diantarkan ayahnya ke Polres Depok mengaku bahwa dirinya sudah beberapa kali melayani hasrat dari beberapa pria hidung belang. Orang tua siswi nakal ini sengaja membawa anaknya ke kantor polisi supaya jera. Namun kasus ini tak diproses hukum dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Dalam laporannya, peristiwa memalukan ini bermula ketika dirinya diantar oleh salah satu kerabatnya ke seorang penyalur PSK (pekerja seks komersial) di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Lewat mamih itu korban bisa melayani pria pencari syahwat.

Kemudian secara sukarela, siswi SMK itu melayani pelanggan dengan tarif Rp 500 ribu sekali main. Kasus siswi di Depok ini bukan pertama kali. Berikut kasus-kasus cewek ABG Jual Diri jadi PSK demi Pulsa dan HP Canggih.

ABG dan Prostitusi di Kotawaringin

Praktik prostitusi terselubung di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, sudah memprihatinkan karena melibatkan anak di bawah umur bahkan ada yang berstatus pelajar.

“Ada yang masih sekolah SMA dan masih di bawah umur. Ini memang fakta yang sangat memprihatinkan,” ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kotim, Rihel di Sampit, seperti diberitakan Antara, Kamis (17/7).

Rihel menegaskan bahwa dirinya tidak mengada-ada karena fakta menyedihkan itu memang benar-benar terjadi di daerah ini. Dari beberapa kali razia penyakit masyarakat belum lama ini, lebih dari sepuluh anak di bawah umur yang terjaring razia dan diketahui menjadi pemuas nafsu lelaki.

Dirinya mengaku bahwa awalnya memang cukup sulit mempercayai kejadian itu. Namun setelah dikonfrontir, yang bersangkutan tidak membantah bahwa dia memang terjerumus ke dalam praktik prostitusi di usianya yang masih sangat muda.

Hasil perbincangan dengan para remaja tersebut, mereka rata-rata mengaku terjerumus ke lembah hitam itu karena dua alasan, yakni faktor ekonomi dan ada pula yang terpengaruh pergaulan bebas.

“Ada yang mendapat kiriman uang sangat sedikit dari keluarganya di kampung, sementara di Sampit ini mereka harus bayar sewa barak, biaya sekolah dan lainnya, akhirnya karena tidak kuat godaan, mereka terjerumus prostitusi. Tapi ada pula yang disebabkan pergaulan bebas. Terkadang hanya karena ingin membeli handphone canggih, mereka rela menjual diri. Ada pula yang karena faktor suka-sama suka,” jelas Rihel.

Diiming-imingi punya handphone

NH (34) wanita ini tega menjual keperawanan anak di bawah umur kepada pria hidung belang. Dengan duit Rp 400 ribu, NH menjual para korbannya. Cara mengelabui korban yang masih berusia 13-15 tahun itu, NH mengajaknya bekerja dengan iming-iming memenuhi keinginannya.

“Modusnya misalkan ada yang sedang membutuhkan handphone lalu dijanjikan bakal punya handphone. Akhirnya (dipekerjakan) itu,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Jumat (12/12).

Hasil dari penjualan itu, korban diberi imbalan Rp 50 ribu-Rp 200 ribu. NH dibekuk di tempat kosan yang juga sekaligus sebagai tempat prostitusi terselubung di Jalan Nagrog, Kelurahan Pasir Wangi, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung. Polisi masih melakukan penyelidikan.

“Yang lapor kepada kami ada tiga orang. Tapi hasil lidik bahwa korban ada 10 orang,” terangnya.

PSK centil di Manado

Rani, gadis manis yang telah 2 tahun menjalani pekerjaan sebagai wanita penghibur di Pub yang berada di kawasan Malalayang, Manadom menyatakan jika alasan dirinya melakoni profesi tersebut karena alasan ekonomi.

“Dulu saat masih kecil, saya tidak bisa memiliki barang mainan yang dimiliki teman saya yang lain, karena orang tua saya tergolong tidak mampu,” cerita gadis berambut panjang ini kepada merdeka.com di tengah hingar bingar musik disko, Sabtu (23/2).

Dengan gayanya yang centil, wanita yang mengenakan gaun tipis tersebut mengatakan jika faktor tersebut yang kemudian memaksa dirinya untuk terjun ke dunia malam. Seperti gadis lainnya dia pun ingin memiliki barang mewah dan handphone canggih.

“Sekarang enak bisa beli pakaian yang saya suka, barang yang saya pengen dan kebutuhan lainnya,” ujar dia polos.

Anak SMP jadi PSK dibayar pulsa

Hasil survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terhadap 4.500 remaja mengungkap, 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi dan 93 persen pernah berciuman bibir. Survei yang dilakukan di 12 kota besar itu juga menunjukkan 62,7 persen responden pernah berhubungan badan dan 21 persen di antaranya telah melakukan aborsi.

Hasil survei di atas dikuatkan dengan fakta, puluhan siswa SMP di Bandung, Jawa Barat, telah berprofesi menjadi pekerja seks komersial (PSK). Yang lebih mencengangkan, data yang dihimpun program Save The Children Jawa Barat ini, menunjukkan di antara para PSK remaja tersebut cukup dibayar dengan pulsa telepon selular.

Di Jakarta, data juga menunjukkan, 5,3 persen pelajar SMA pernah berhubungan seks. Ini antara lain akibat orang tua di zaman sekarang seringkali luput memberikan pengawasan serta pendidikan seks yang benar kepada anak-anaknya.

“Akibatnya, anak sering kali mencari jawaban dari rasa penasarannya di luar rumah, lalu mencoba-coba,” kata Baby Jim Aditya, Rabu (13/11).

loading...

Bacaan Terkait: