Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Miris Siswi-siswi Kumpul Kebo dengan Pacarnya

Kategori Dunia: Nasional, TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Miris Siswi-siswi Cewek ABG Kumpul Kebo dengan Pacarnya. Kumpul kebo alias tinggal bareng lawan jenis masih menjadi hal tabu di Indonesia. Sebab, itu melanggar norma, adat serta agama yang berlaku di negeri ini.

Akan tetapi di zaman yang serba modern ini, semua itu terbantahkan. Ada sebagian pasangan yang tidak memiliki ikatan resmi memilih kumpul kebo dari pada menikah. Bahkan atas hal tersebut seringkali terjadi hamil di luar nikah.

Yang lebih mencengangkan, pasangan kumpul kebo tersebut masih berstatus pelajar. Ini menjadi keprihatinan sendiri bagi pelajar yang notabenenya adalah generasi penerus bangsa. Berikut adalah beberapa kisah cerita miris siswi-siswi abg yang kumpul kebo bareng kekasihnya, seperti dilansir dari laman Merdeka

9 Hari menghilang, ABG 16 tahun ditemukan kumpul kebo

Ibu dari S Azhari (16) hanya bisa mengelus dada, ketika tau anak gadisnya yang tahun ini tamat SMA, ternyata ‘kumpul kebo’ dengan seorang laki-laki remaja berusia 24 tahun.

Bahkan, kehilangan anaknya itu sudah sempat dilaporkan ke pihak kepolisian dan guru di sekolahnya.

“Sembilan hari tidak ada kabar. Tidak ada masalah apa-apa, tiba-tiba hilang. Ternyata sama laki-laki dalam satu kamar, hancur hati saya pak,” keluh ibu Azhari, di kursi sofa ruang sidik Polres Buleleng, Rabu (21/1).

Dari pengakuannya, selama 9 hari dirinya bersama petugas kepolisian mencari anaknya. Itu setelah seharian tidak ada kabar, lantaran seluruh temannya tidak tau Azhari dimana. Maka, diputuskan untuk melaporkan kehilangan anaknya ke Polres Buleleng di Bali.

Bahkan selama kehilangan Azhari, ia juga tidak pernah masuk sekolah. “Saya tidak tau cowoknya atau siapa. Sembilan hari ada di kamar laki-laki itu. Tidak juga sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu polisi juga sudah menahan Kadek Ari Sudiarta alias Kocan (24) yang beralamat Jalan Wijaya Kusuma Gang IV No 16 Kelurahan Banyuasri, Buleleng. Dari keterangan Ari, ia tidak melarikan Azhari. Tetapi gadis 16 tahun inilah yang mendatanginya dan minta menginap.

Dari pengakuan Ari, selama menginap sudah melakukan hubungan layaknya suami istri. Soal berapa kali, Ari tidak bisa menjawab karena hampir setiap kali ‘kuda-kudaan’.

“Kasus ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan, tidak jadi dilaporkan kepada kami (Kepolisian, red) kok. Laporan dicabut,” kata Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Ketut Adnyana TJ, Rabu (21/1) di Polres Buleleng.

Kabur dari rumah paman, siswi di Samarinda pilih kumpul kebo

P (16) seorang siswi SMA di Samarinda memilih hidup layaknya suami istri dengan kekasihnya tanpa nikah setelah kabur dari rumah pamannya. P saat itu memang tinggal bersama pamannya di Samarinda. Sedangkan orangtuanya tinggal di Mamuju, Sulawesi Selatan.

Terbongkarnya peristiwa itu ketika paman P panik mengetahui ponakannya tersebut tak di rumahnya. Pamannya pun memberitahu orangtua P. Akhirnya orangtua P memiliki ide untuk mengetahui keberadaan anaknya tersebut dengan minta untuk jemput dirinya ke pelabuhan.

Ternyata setelah tiba di pelabuhan P datang bersama pacarnya. Pihak keluarga langsung menggiring dia ke polisi karena diduga membawa kabur P.

Syarif pacar dari P mengaku bahwa dia yang membawa kabur gadis remaja itu. Selain itu, dia juga mengaku telah kumpul kebo dan melakukan hubungan suami istri selama tinggal.

Atas perbuatannya Syarif diperiksa di Polres Samarinda. “Laporan dari orangtua korban telah kami terima dan selanjutnya korban melengkapi pemeriksaan dengan melakukan visum di rumah sakit,” ujar Kapolresta Samarinda Kombes Arief Prapto S, melalui Kasubag Humas Ipda H Agus Setyo D.

Kumpul kebo di kosan, siswi SMP di Kupang hamil

Yan Kein (21) mahasiswa semester IV jurusan Bimbingan Konseling di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Negeri Cendana (Undana) Kupang, membawa lari Eld (13) siswi SMP untuk kumpul kebo di kosnya.

Hal ini terungkap setelah orangtua Eld melaporkan anaknya tersebut hilang. Tidak tanggung-tanggung Yan melarikan gadis tersebut selama dua bulan. Selama itu mereka tinggal bareng atau kumpul kebo di kosan Yan.

Eld hamil namun Yan tidak mau bertanggung jawab, itu yang membuat orangtua Eld semakin geram. Orangtua Eld juga melaporkan perbuatan Yan ke pihak kampusnya.

Humas Undana Kupang David Sir, membenarkan adanya laporan dari orangtua Eld.

“Oknum mahasiswa membawa lari Eld dari Larantuka sejak dua bulan lalu. Korban adalah salah satu siswi SMP di Larantuka. Dia menyembunyikan anak di bawah umur di rumah kos sampai anak itu hamil,” kata David Sir, Senin (30/7/2012).

loading...

Bacaan Terkait: