loading...
loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Pemerkosaan Para ABG yang Berawal Kenalan di Media Sosial

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Pemerkosaan Para ABG yang Berawal Kenalan di Media Sosial. Media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Path dan sebagainya merupakan salah satu alat komunikasi yang menghubungkan seseorang dengan yang lainnya. Tidak hanya teman pribadi, bahkan dengan adanya media sosial kita bisa menjalin pertemanan dengan orang yang tidak dikenal sama sekali.

Akan tetapi, jika tidak pandai menggunakan media sosial bahaya akan mengintai. Banyak kasus yang terjadi akibat salah menggunakannya. Seperti yang dialami para ABG-ABG ini, mereka dengan mudah percaya terhadap pria yang tak dikenal di media sosial.

Melalui perkenalan singkat, anak baru gede itu kemudian melakukan pertemuan dengan kenalan barunya. Namun nahas pertemuan tersebut menjadi petaka, para gadis remaja itu malah diperkosa. Bahkan, yang makin miris ada ABG hingga hamil karena tindakan pemerkosaan itu.

Berikut para ABG yang menjadi korban pemerkosaan akibat kenalan di media sosial:

Kenal di Instagram, remaja 14 tahun diperkosa di hotel Dumai

Seorang remaja putri AL (14) diperkosa pria yang baru dikenalnya lewat media sosial (Medsos) Instagram berinisial BI. Gadis muda ini diperkosa di salah satu hotel di Jalan Sudirman Kotamadya Dumai, Riau.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo mengatakan, kejadian tersebut berawal dari perkenalan korban dengan pelaku di Instagram selama sepekan.

“Pada Senin (26/11) itu, korban diajak dan dijemput oleh pelaku untuk makan malam di sebuah kafe tanpa izin dari keluarganya (Bibi dan nenek korban),” ujar Guntur, di Pekanbaru, Kamis (5/11).

Setelah sampai di kafe itu, sudah ada dua pasangan anak muda teman dari pelaku, mereka pun makan malam di kafe tersebut dilanjutkan dengan pergi ke sebuah tempat karaoke keluarga yang terdapat di Kotamadya Dumai.

“Di tempat tersebut, tiba-tiba tubuh AL lemas. Kemudian BI bersama rekannya langsung membawa korban ke salah satu hotel di Dumai,” katanya.

Di hotel, korban langsung dibaringkan di kasur oleh BI, sedangkan temannya pergi meninggalkan lokasi. Melihat kondisi aman dan terkendali, tersangka BI langsung memperkosa korban yang saat itu masih dalam keadaan tidak sadar.

Keesokan harinya, kata Guntur, pelaku takut untuk menghantar korban pulang. Pelaku meminta temannya untuk menjemput korban di hotel dan mengantarnya pulang.

“Setibanya di rumah, korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada bibinya,” jelas Guntur.

Mendengar cerita korban yang mengaku diperkosa oleh BI, sang bibi korban yang tidak terima langsung mengajak korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Dumai.

“Setelah mendapat laporan, polisi langsung mencari dan berhasil menangkap pelaku,” tegas Guntur.

Sementara untuk dua pasang muda mudi lainnya, masih berstatus saksi telah dimintai keterangannya guna mengungkap kasus pemerkosaan tersebut.

“Tersangka BI telah kita lakukan penahanan guna penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Kenalan di FB, ABG 14 tahun di Bandung diperkosa 9 pemuda

Nahas menimpa SN (14). Gadis ini harus direnggut kehormatannya karena diperkosa 9 pemuda di kamar kosnya di bilangan Riung Bandung pada 10 Maret lalu. Keluarga kemudian melaporkannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.

Hasil penyelidikan, kemudian ditangkap enam pria yakni GR (16), AG (20), AE (23), CS (22), DS (24) dan DA (21). “Sekarang kita masih melakukan pengejaran kepada tiga pelaku lainnya,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Mashudi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (8/4).

Awal mula kejadian itu menurut Mashudi, korban pertama kali berkenalan dengan GR melalui jejaring sosial Facebook. Dari situ dua sejoli ini bertemu di suatu tempat hingga akhirnya dibawa GR ke tempat kos.

“GR yang sudah bertemu kemudian membawa ke tempat indekos dan di sana telah berada 8 orang rekan GR,” ungkapnya.

Di situ kemudian korban diberikan minuman yang telah diisi obat bius sehingga mengakibatkan korban tidak sadarkan diri.

“Di situlah persetubuhan terjadi oleh pelaku,” ungkapnya. Pihaknya saat ini masih memburu tiga pelaku lainnya. Adapun ke enam tersangka kini telah diamankan di sel tahanan Mapolrestabes Bandung.

Mereka terancam hukuman penjara 15 tahun karena melanggar Pasal 81,82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Selain tersangka polisi berhasil menyita barang bukti berupa 1 kaos berwarna hitam, 1 buah celana levis, 1 buah bra hitam dan satu celana dalam berwarna ungu.

ABG hamil 5 bulan usai diperkosa teman pria kenalan di FB

Media sosial bisa membawa manfaat tetapi juga bisa membawa maksiat seperti yang dialami gadis yang masih tergolong Anak Baru Gede alias ABG. Gadis berinisial NNA (13) warga Kauman, Batang, Jawa Tengah yang masih duduk di bangku SMP, menjadi korban akun jejaring sosial Facebook.

Lantaran terbujuk rayuan temanya yang dikenal di dunia maya lewat jejaring sosial jenis Facebook atau FB, gadis ingusan itu mengalami depresi akibat diperkosa pemuda pengangguran. Ironisnya lagi, bocah tersebut harus menanggung beban dengan usia kehamilannya yang sudah mencapai 5 bulan.

Sedih dan hanya bisa menangis di pangkuan ibunya, lantaran gadis yang baru duduk dikelas VII itu sakit-sakitan akibat hamil di usia remaja. Masa depannya pun kini pupus sudah usai keperawanannya direnggut seorang pria bejat, pemburu nafsu syahwat.

Pelaku HB, warga Wonopringgo Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah saat ini hanya bisa menyesal dan harus menanggung perbuatannya di meja hijau akibat perbuatan asusilanya itu.

Peviyanti (35) ibu korban, disela-sela saat menunggu persidangan kasus anaknya di Pengadilan Negeri (PN) Batang, menceritakan kronologis awal kejadiannya. Saat itu putrinya berkenalan dengan Hasan Bisri dengan nama samaran di FB VIN, sekitar awal Desember tahun 2013.

Komunikasi mereka terus berlanjut, hingga akhirnya korban diajak ketemuan pertama disalah satu tempat, sebuah warung internet. Berlanjut ke pertemuan yang ketiga kalinya di lokasi rumah sekitar Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Batang.

“Dari pengakuan anak saya, dia dicekoki minuman, kemudian melakukan hubungan selayaknya suami istri. Hingga akhirnya korban saat ini mengandung 5 bulan hasil perlakuan pelaku,” ungkapnya kepada wartawan di PN Batang, Jawa Tengah Rabu(30/4).

Ibu korban berharap pelaku supaya dihukum mati. karena sudah menghilangkan masa depan anaknya.

“Anak saya bahkan sadisnya, diajak pelaku ke tempat lokalisasi Boyongsari, Batang. Kemudian anak saya diberi minuman terlebih dahulu, dan digitukan sebanyak 3 kali yang menyebabkan dia hamil,” tuturnya.

Pelaku VIN sendiri saat dimintai keterangan sejumlah wartawan, mengelak kalo memaksa mengajak hubungan intim selayaknya hubungan suami istri.

Kasus pemerkosaan terhadap anak tersebut, kini sedang menjalani proses persidangan tertutup, dengan agenda persidangan perdana menghadirkan saksi-saksi. Sidangnya dipimpin langsung oleh majelis hakim Kukuh Kalijogo, dan Winarni sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri (PN) Batang.

ABG di Palembang diperkosa kenalan di FB saat ngabuburit di kuburan

Malang dialami NR (15), ABG yang tinggal di Jalan Ratu Sianom, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, setelah menjadi korban perkosaan yang dilakukan pria yang dikenalnya melalui Facebook bernama Wahid Ferdiansyah (20). Tragisnya,
peristiwa itu terjadi saat mereka melakukan ngabuburit di kuburan China di Palembang, Kamis (9/7).

Korban dijemput oleh rekannya menemui pelaku ke lokasi. Korban dan pelaku menjalin hubungan asmara sejak satu terakhir melalui FB dan belum pernah bertemu.
Kemudian, korban ditinggal rekannya agar bisa mengobrol dengan pelaku di kuburan itu.

Saat itu, pelaku merayu korban agar berhubungan badan. Korban menolak dengan keras. Namun usahanya gagal lantaran dipaksa pelaku dan dijamin bertanggungjawab.

“Saya tidak mau digituin, dia tetap maksa. Dia perkosa saya satu kali,” ungkap NR saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (10/7).

Setelah itu, rekan korban menjemputnya untuk menemui rekan satunya. Sementara pelaku menyusul dengan alasan membeli bensin terlebih dahulu. Lama ditunggu, pelaku tak datang. Korban akhirnya pulang sendiri ke rumahnya.

“Saya ngadu ke bapak. Jadi bapak ajak saya lapor ke polisi. Dia (pelaku) tak bisa lagi dihubungi,” kata dia.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Suryadi mengatakan, pihaknya akan memanggil terlapor untuk diperiksa. Jika terbukti, terlapor dikenakan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

loading...

Bacaan Terkait: