Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Remaja Bunuh Diri Gara-gara di Bully

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Remaja Bunuh Diri Gara-gara di Bully. Bullying, baik yang disampaikan secara langsung ataupun lewat dunia maya, bukan hal sepele yang bisa dibiarkan begitu saja. Selain membuat seseorang merasa tidak percaya diri, bullying juga bisa mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan nekad, seperti bunuh diri misalnya.

Berikut adalah kisah delapan remaja yang nekad bunuh diri karena tidak tahan di-bully.

Ciara Pugsley, 15 tahun

Ciara ditemukan tak bernyawa di Killargue, dekat Dromahair, di perbatasan Sligo/Leitrim, setelah menghadiri sebuah pesta yang diadakan oleh tetangganya. Gadis yang diketahui mengalami cyberbullying ini bersekolah di St Clare’s Comprehensive School di Manorhamilton. Tubuh Ciara yang sudah tak bernyawa saat itu ditemukan di sebuah hutan di dekat rumahnya.

Erin Gallagher, 13 tahun

Erin ditemukan meninggal di rumahnya, enam minggu setelah kasus kematian Ciara menguap ke permukaan. Erin mengalami nasib yang sama dengan Ciara, yakni cyberbullying. Gadis 13 tahun itu mengalami bullying setelah mengikuti situs jejaring sosial ask.fm. Ayah Ciara, Jonathan, mengatakan kepada Irish Independent bahwa dirinya benar-benar merasa hancur karena orang lain telah merenggut hidup anaknya.

Jessica Laney, 16 tahun

Jessica ditemukan tewas di rumahnya di Hudson, Florida, karena mengalami cyberbullying di sebuah situs jejaring sosial. Beberapa pengguna situs Ask.fm – situs jejaring sosial yang diikuti oleh Jessica – menyebut gadis itu sebagai seorang pelacur dan juga mencemooh penampilannya. Akibat dari penghinaan itu, Jessica merasa tidak percaya diri dan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Shannon Gallagher, 15 tahun

Dua bulan setelah kematian adiknya, Erin, Shannon juga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Kedua kakak beradik ini bersekolah di Finn Valley College di Stranorlar. James Gallagher, kakek Shannon dan Erin, mengatakan bahwa cucunya, Shannon, sangat merindukan adiknya yang meninggal karena cyberbullying.

Joshua Unsworth, 15 tahun

Joshua ditemukan merenggang nyawa dengan cara gantung diri di kebun orangtuanya, setelah mengalami cyberbullying di sebuah situs jejaring sosial yang terkenal. Seperti halnya Erin dan Jessica, Joshua juga terdaftar sebagai pengguna situs jejaring sosial Ask.fm. Karena tak tahan sering di-bully, Joshua pun akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Daniel Perry, 17 tahun

Daniel Perry, dari Dunfermline, ditengarai telah menjadi korban scam, di mana seorang pengguna internet berusaha memikatnya untuk melakukan sebuah chatting online dan kemudian memerasnya. Menurut hasil investigasi, beberapa bulan sebelum kematian Daniel, ia mulai aktif chatting melalui website Skype dengan seorang gadis yang berusia tak jauh beda dari dirinya. Gadis itu kemudian berusaha memerasnya dan mengancam akan menyebarkan bukti percakapan mereka ke teman dan keluarganya. Karena merasa tidak tahan, Daniel pun akhirnya memutuskan untuk bunuh diri.

Hannah Smith, 14 tahun

Hannah bunuh diri setelah menjadi korban bullying di Ask.fm, sebuah situs jejaring sosial terkenal. Seperti halnya Erin dan Shannon, Hannah juga menjadi korban bullying dari pengguna situs tersebut. Karena tak tahan membaca pesan-pesan kasar di akunnya, Hannah akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Rebecca Sedwick, 12 tahun

Rebecca telah diteror selama lebih dari setahun oleh gadis-gadis yang pernah menjadi temannya. Rebecca berusaha menghindar, namun kata-kata kasar yang selalu mampir ke akun sosial medianya mendorong gadis itu untuk mengakhiri hidupnya. Dia kemudian memutuskan untuk melompat dari menara pabrik semen yang telah ditinggalkan di dekat rumahnya di Lakeland.

Inilah delapan kasus bullying yang terjadi di dunia maya, khususnya melalui sosial media. Bullying bukan masalah sepele yang bisa diabaikan begitu saja. Maka, orang tua perlu lebih waspada terhadap penggunaan sosial media pada remaja. Ingat, dampak negatif dari penyalahgunaan situs jejaring sosial bisa berakibat buruk pada keadaan mental anak.

loading...

Bacaan Terkait: