Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Sadis Wartawan Dibunuh Saat Liput Bentrok warga di Maluku

Kategori Dunia: Nasional, TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Sadis Wartawan Dibunuh Saat Liput Bentrok warga di Maluku. Kontributor SUN TV Ridwan Salamun juga menjadi korban saat sedang melakukan tugas.

Ridwan tewas dibunuh secara membabi buta saat mengabadikan bentrokan antara warga Kompleks Banda Eli dan warga Dusun Mangun di Desa Fiditan, Tual, Maluku Tenggara, Sabtu (21/8/2010) pukul 08.00 WIT atau sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat sedang mengambil gambar itu, Ridwan tiba-tiba dibacok dari belakang dan mengenai kepalanya. Ridwan dihabisi nyawanya oleh beberapa warga Dusun Mangun. Mereka secara beringas menyerang Ridwan Salamun yang sedang berada di tengah-tengah massa.

Akibat penyerangan itu, kepala bagian belakang Salamun mengalami luka akibat kena benda tajam. Bukan itu saja, kepala korban juga remuk akibat kena benda tumpul. Mulut Salamun pun juga ditusuk dengan besi hingga tembus ke rahang. Handycam yang digunakan korban pun dirampas dan hingga kini belum juga ditemukan.

Kasus tersebut kemudian diusut. Polisi menetapkan tiga orang tersangka dan menyeretnya mereka ke pengadilan dengan tuduhan pembunuhan terhadap Ridwan. Ke tiganya yaitu Hasan Tamnge, Ibrahim Raharusun, dan Sahar Renuat.

Ketiga terdakwa dituntut hukuman penjara selama delapan bulan oleh jaksa penuntut umum karena dianggap melanggar Pasal 170 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Namun awan mendung kembali menyelimuti kasus pembunuhan insan pers itu. Pada Rabu 9 Maret 2011, Pengadilan Negeri Tual, membebaskan tiga terdakwa. Majelis hakim yang diketuai Jimmy Wally dengan dua hakim anggota, Herman Siregar dan Dedy Sahusilawane, menyatakan, ketiganya tidak terbukti menganiaya Ridwan hingga tewas.

Namun setitik cahaya datang dari Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasinya pada tanggal 2 Januari 2012 oleh majelis hakim agung yang diketuai Salman Luthan menghukum terdakwa Hasan Tamnge, Ibrahim Raharusun, dan Sahar Renuat, masing-masing empat tahun penjara.

Ke tiga terdakwa dinyatakan terbukti telah melakukan perbuatan menimbulkan kematian Ridwan Salamun. Namun putusan empat tahun penjara ini pun dinilai terlalu ringan.

Oda, istri almarhum menyatakan tidak puas atas putusan Mahkamah Agung tersebut. Vonis empat tahun tersebut dinilai terlalu rendah.

loading...

Bacaan Terkait: