Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Sahabat Rasul Tidak Punya Kain Kafan Saat Wafat

Kategori Dunia: Kisah Para Nabi

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Sahabat Nabi atau Rasul Tidak Punya Kain Kafan Saat Wafat. Abu Dzar Al Ghifari RA adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW yang ikut berperan mengembangkan ajaran Islam hingga bekembang pesat.

Namun siapa sangka di akhir hayatnya, dia melihat kesedihan yang tak mampu dibendungnya hingga ajal menjemputnya.

Kenapa kesedihan Abu Dzar, pertama melihat umat muslim saat itu lebih banyak dalam hidup kemewahan sementara dirinya dan istri lebih mmeilih dalam hidup sederhana. Bahkan menjelang ajalnya tiba, Abu Dzar pun tak mampu membeli sehelai kain kafan.

Ratapan kesedihan itu karena caranya berdakwah untuk mengajak khalifah dan umat hidup sederhana seperti di zaman Nabi kurang mendapat sokongan. Malahan cara dakwahnya yang dikenal tegas dipandang sahabat lain tidak tepat dengan kondisi masyarakat.

Merasa malu melihat kelakukan para umat saat itu, bersama istrinya Abu Dzar memutuskan meninggalkan Madinah dan memilih bertempat tinggal yang jauh dari kemewahan di perbatasan Madinah dan Rabdzah.

Suatu hari Abu Dzar mengalami sakit keras dan kondisi tubuhnya tidak memungkinkan bertahan lebih lama lagi untuk hidup. Mengetahui suaminya akan wafat istri Abu Dzar, Shahabiyah hanya bisa meratapi dan memberikan doa seraya berharap ada mukzijat yang diberikan Allah SWT.

“Mengapa engkau menangis?” tanya Abu Dzar.

“Bagaimana mungkin aku tidak menangis, sementara engkau akan wafat dan aku tidak punya kain untuk dijadikan kafan,” jawab Shahabiyah.

“Jangan menangis, bergembiralah. Sebab saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Akan wafat seorang laki-laki diantara kalian di tanah gersang, disaksikan sekelompok orang beriman,” kata Shahabiyah menenangkan suaminya.

“Para sahabat yang mendengar hadits ini, semuanya telah meninggal di kota, di kampung, atau di tempat lain. Tinggallah aku yang kini akan meninggal di tanah gersang ini,” jawab Abu Dzar sembari mengembuskan nafas terakhir.

Siapa disangka mukzijat pun tiba, atas izin Allah SWT beberapa saat kemudian Shahabiyah keluar dari rumah sederhana mereka dan melihat ada rombongan musafir yang sedang melintasi.

“Tolong, lelaki muslim meninggal, kafanilah dia,” kata istri Abu Dzar.

“Siapa laki-laki ini?” tanya para musafir.

“Abu Dzar Al Ghifari,” teriak Shahabiyah.

“Sahabat Rasulullah?” seru para musafir.

“Iya” sahut Shahabiyah.

Tanpa basa basi para musafir itu pun sontak menghampiri rumah Abu Dzar. Kebetulan salah seorang pemuda membawa kain pemberian ibunya. Kain itulah yang dipakai untuk mengkafani Abu Dzar saat wafat. (Berbagai sumber)

loading...

Bacaan Terkait: