Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Tragis Calon Pengantin Tewas Saat Foto Prewed di Air Terjun

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Tragis Calon Pengantin Tewas Saat Foto Prewed di Air Terjun. Pagi itu, Selasa (15/3) sepasang calon pengantin berangkat ke air terjun Tansaran Bidin di Benar Meriah. Air terjun ini tergolong jauh dan masih jarang dikunjungi warga untuk keperluan foto pre wedding. Kedua pasangan yang sedang berbunga-bunga ini hendak mengakhiri masa lajangnya, tidak menyangka ini akhir dari perjalanan hidup mereka. Karena kedua pasangan yang hendak melakukan resepsi bulan Mei mendatang terjatuh saat sedang prosesi foto pre wedding dan kedua meninggal dunia.

Untuk menuju ke tempat pemandian yang masih jarang dijamah orang ini membutuhkan waktu 1,5 jam berjalan kaki dari perkampungan warga. Untuk menuju ke lokasi ini harus melewati desa Wonosari, Kecamatan Bandar yang jarak dari ibu kota sekitar 25 kilometer bisa menggunakan kendaraan roda dua dan empat.

Lokasi air terjun itu memang tergolong menyimpan panorama yang indah di kelilingi hutan belantara yang asri. Air terjun ini pun masih bersih dan menjadi tempat favorit bagi fotografer, termasuk foto pre wedding. Kejadian naas ini terjadi saat pasangan calon pengantin Ari Irawandi (27) dan Irmayanti (23) warga Kampung Balohan, Kecamatan Timang Gajah hendak memotret. Lalu Krisna sebagai fotografer dan rekannya Erik pun mencari sudut foto yang bagus untuk pemotretan.

Lalu Ari Irawandi sambil menuntun kekasihnya Irmayanti dan Erik dan Krisna samebari membawa kamera langsung menuju ke bebatuan di air terjun itu. Saat itulah musibah ini terjadi, Ari tanpa sengaja menginjak batu yang licin dan terpeleset dalam air terjun.

Pada saat itu, Krisna dan Erik sempat mencoba untuk membantu Ari dengan memegang tangannya sebelum terjatuh. Namun, derasnya air terjun tidak sebanding dengan kekuatan yang mereka miliki, hingga jatuhlah Ari ke dalam air dengan kedalaman 5 meter setelah lepas dari pegangan tangan tadi.

Lalu, Krisna dan Erik pun mencoba untuk mencari pertolongan pada warga setempat dan pekerja kebun di lokasi itu. Sementara Irmayanti tetap berada di lokasi semula.

Saat masyarakat tiba di lokasi kejadian, Irmayanti tidak ditemukan lagi di lokasi yang diminta tunggu tadi. Setelah dilakukan pencarian, ternyata calon kakak ipar Erik ditemukan sudah tak bernyawa terhimpit di bebatuan aliran air terjun itu.

Tim gabungan terdiri polisi, SAR dan TNI terus mencari Ari yang belum ditemukan. Namun karena kondisi cuaca sudah malam, petugas pun menghentikan sementara pencarian dan dilanjutkan hari ini, Rabu (16/3).

“Karena sudah malam, kita hentikan sementara dan melanjutkan Rabu,” kata Kapolsek Bandar, AKP Darmawi Hasibuan, Rabu (16/3).

Kisah pilu ini pun cepat menyebar hingga ke seluruh pelosok dataran tinggi Gayo, yaitu Aceh Tengah dan Bener Meriah. Warga pun berbondong-bondong datang ke lokasi air terjun itu, baik hanya sekedar mau melihat maupun membantu petugas mencari jasad Ari yang belum ditemukan.

Setelah petugas berjibaku dengan derasnya air terjun, menyelam dan juga menyusuri sepanjang sungai yang dialiri air, akhirnya Rabu (26/3) pukul 12.40 korban ditemukan.

Korban ditemukan tak jauh dari lokasi tempat dia jatuh. Saat ditemukan, jasad Ari terhimpit bebatuan dengan kedalaman 4 meter. Tim gabungan harus menyelam untuk menemukan jenazah Ari.

“Setelah ditemukan, langsung kita evakuasi ke rumah sakit,” kata Kapolres Bener Meriah, AKBP Wawan Setiawan, Rabu (16/3).

loading...

Bacaan Terkait: