Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Tragis Cewek SPG Rokok Semarang

Kategori Dunia: Nasional, TrueStory
[neuvoo_jobroll co=id lo=Jakarta kw=Marketing size=20]

Mita Amelia SPG Rokok, Mati Tragis di Kamar Kostnya. Mita Amelia alias Amel Almas Adzhani alias Amel (23), seorang wanita bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) ditemukan tewas dalam kondisi bersimbah darah di kamar kosnya di daerah Lampersari No 41 Semarang Selatan, Kota Semarang, Jateng.

Amel ditemukan Senin ( 19/5) dinihari terkapar di atas kasur di kamar rumah berlantai 2. Insiden berdarah ini kali pertama ditemukan oleh pacar korban. Dion datang bersama rekannya Eki bermaksud menjemput Amel.

Keterangan Dion, saat dia datang, kamar Amel terkunci rapat. Dion bersama Eki telah berkali-kali mengetuk pintu kamar Amel. Namun tidak ada jawaban, dihubungi melalui ponsel juga tidak ada jawaban. Akhirnya Dion dan Eki sempat pergi.

[neuvoo_jobroll]

Setengah jam kemudian, Dion bersama Eki datang kembali ke kamar Amel. Akhirnya Dion memutuskan untuk mendobrak pintu kamar Amel. Betapa terhenyaknya, Amel didapati telah terkapar dalam kondisi bersimbah darah di atas kasur.

“Kondisinya sudah acak-acakan tidak karuan,” ungkapnya.

Dion dan Eki yang terperanjat kemudian bergegas meminta pertolongan kepada penghuni kos yang lain, termasuk kepada satpam Joko (23) yang menjaga rumah drg Joko Priyanto DJ tersebut.

Tak lama kemudian setelah dilaporkan, tim kepolisian dari Polsek Semarang Selatan dan Polrestabes Semarang mendatangi lokasi kejadian. Korban diketahui tewas dalam kondisi luka di leher akibat senjata tajam.

Polisi akhirnya berhasil menangkap Visa (18), warga Karawang pelaku pembunuhan terhadap sales promotion girl (SPG) bernama Amalia Almaz Adzani (22). Tersangka merupakan buruh bangunan di belakang tempat kos korban.

Pelaku merupakan pekerja bangunan yang berada di belakang rumah kos korban di Jalan Lampersari 41 Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Tidak ada hubungan apapun antara korban dan pelaku, keduanya tidak saling mengenal.

Dibekuknya tersangka, setelah polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ulang dan menemukan beberapa petunjuk.

Petunjuk yang ditemukan polisi di antaranya adalah penemuan pisau dapur dan handphone (HP) yang disembunyikan di atas genteng bangunan rumah belakang tempat kos korban.

Menurut pengakuan pelaku, dirinya awalnya tidak berniat menghabisi nyawa korban, dan hanya ingin mencuri HP milik korban.

Dia datang ke kamar Amel dengan cara melompat dari tempat kerjanya menuju kamar korban. Pada saat itu korban sedang tertidur di dalam kamar. Visa langsung masuk dan membekap wajah Amel.

Namun korban melakukan perlawanan dan berteriak keras. Dalam keadaan panik pelaku langsung menghabisi nyawa korban dengan menggunakan pisau kecil. Korban digorok sehingga urat nadi leher Amel putus dan menyebabkan korban tewas.

“Dari hasil penyelidikan sementara motif pembunuhan yang dilakukan adalah pencurian. Motif sementara ini adalah pelaku ingin menguasai harta korban,” tandasnya di lokasi kejadian,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan saat dikonfirmasi wartawan Rabu (22/5).

Sebelumnya, usai ditangkap, pada Selasa (21/5) malam, pelaku langsung menjalani rekonstruksi di tempat kejadian peristiwa di Jalan Lampersari Nomor 41 Semarang. Elan mengatakan Visa mengaku tidak melakukan pemerkosaan terhadap korban. (Merdeka)

loading...

Bacaan Terkait: