Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Tragis dan Sadis Siswi SMA Disiksa Kemaluannya Dimasuki Botol

Kategori Dunia: Nasional

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Tragis Siswi SMA Disiksa Kemaluannya Dimasuki Botol. Miris, ketika para pelajar di zaman sekarang sudah berani berbuat brutal layaknya seorang penjahat. Penganiayaan, pelecehan seksual dan pencurian merupakan sederet kasus yang akhir-akhir ini sering dilakukan pelajar. Tak tanggung-tanggung, terkadang korbannya ialah keluarga sendiri atau teman.

Seperti yang terjadi di Sleman, Yogyakarta, dengan sadisnya seorang siswi SMA disiksa dan dianiaya oleh temannya sendiri. Dan yang lebih tragis, kemaluan korban dimasukkan botol oleh pelaku.

Bagaimana kisah cerita tragis siswi SMA di Sleman yang disiksa kemaluannya dimasukin botol oleh temannya? Berikut ulasan selengkapnya, seperti dilansir dari laman Merdeka.

Disiksa, kemaluan Melati dimasukkan botol bir yang dilumuri handbody

Sebut saja Melati (18) seorang pelajar SMA asal Berbah, Sleman disekap oleh sembilan pemuda dan diperlakukan secara sadis dengan memasukkan botol bir ke dalam kemaluan Melati. Sebelum dimasukkan, botol bir tersebut dilumuri handbody dan lem cair.

Kejadian tersebut bermula ketika pada Kamis (12/2) lalu, saat itu Melati dijemput oleh tiga orang di jalan Nologaten, Depok, Sleman. Mereka mengaku ingin melindungi Melati dari Ratih teman Melati yang memiliki masalah dengannya.

Padahal itu adalah jebakan buat Melati supaya ikut dengan tiga orang tersebut bertemu dengan Ratih. Tanpa adanya curiga Melati pun ikut dengan pelaku berinisial M (19) ke kos Linggar Praditya di Saman, Bantul. Di dalam kos, korban kemudian dipukuli oleh Ratih dan teman-temannya.

“Sebelumnya korban diminta menandatangani surat pernyataan tidak ada menuntut,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Muhammad Kasim Akbar Bantilan, di Polres Bantul, Senin (16/2).

Berontak, rambut dan celana Melati digunting

Di dalam kos Melati dipukuli dan disiksa oleh Ratih dan teman-temannya. Bak seorang algojo, Ratih melampiaskan amarahnya kepada Melati. Melati tak tinggal diam, dia berusaha berontak sekuat tenaga. Namun sayang pemberontakannya itu sia-sia karena dia harus melawan sembilan orang.

Karena memberontak, korban pun kemudian diikat kaki tangannya dan mulutnya dibekap menggunakan kaos. Tak hanya itu, korban juga disiksa oleh para pelaku dengan cara memasukkan botol bir yang dilumuri handbody dan lem cair ke dalam kemaluannya.

“Sadis sekali, rambut dan celana dalam Melati dipotong pakai gunting,” ujar kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Muhammad Kasim Akbar Bantilan, di Polres Bantul, Senin (16/2).

Pura-pura ingin BAB, korban kabur ke rumah pemilik kos

Melati tidak menyangka bahwa Ratih bersama teman-temannya tega melakukan aksi brutal tersebut. Mereka pun dengan puas menyiksa korban tanpa ampun. Tidak kuat dengan penyiksaan yang dilakukan Ratih dan genknya, korban berusaha untuk kabur.

Korban berpura-pura ingin buang air besar (BAB) kepada pelaku. Saat itulah dia kemudian kabur lari ke rumah pemilik kos.

“Dia lari ke pemilik kos dan mengatakan dia disekap, setelah itu dia dibawa ke Polsek Sewon oleh pemilik kos,” kata kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Muhammad Kasim Akbar Bantilan, di Polres Bantul, Senin (16/2).

Setelah mendapat laporan, Polisi pun kemudian langsung menangkap M dan GT. Sementara itu tujuh pelaku lainnya yaitu Ratih (21) ibu rumah tangga, RS (16) pelajar, WL (19) pelajar pelajar, PD (18) pelajar, PP (19), CD (20), dan RZ (18) masih dalam pengejaran.

Tato Hello Kitty penyebab Melati disiksa

Penganiayaan terhadap Melati diduga dilatarbelakangi saling ejek dilayanan pesan BBM dengan Ratih. Menurut Kapolres Bantul, AKBP Surawan, korban dan pelaku saling mengenal satu sama lainnya. Ratih merasa tidak terima dengan Melati yang memiliki tato Hello Kitty di lengannya yang sama dengan tato milik Ratih.

“Karena ada kesamaan tato yang dibuat korban dengan pelaku, lalu saling ejek di status BBM,” katanya di Polres Bantul, Senin (16/2).

Tidak terima dengan penyataan korban, pelaku kemudian meminta temannya untuk menjemput korban di Jalan Nologaten, Depok, Sleman. Setelah itu korban dibawa ke Bantul dan disekap.

“Setelah itu di sekap, dianiaya, kita sudah ada barang bukti di antaranya, gunting, rambut, BH, tali celana warna putih, botol bir, dan beberapa puntung rokok,” jelasnya.

Saat ini pihak kepolisian sudah mengerahkan tim untuk memburu tujuh pelaku. Sementara dua pelaku lainnya sudah ditangkap. Para pelaku dikenakan Pasal 333 tentang merampas kebebasan seseorang dan 170 kekerasan bersama-sama subsider 351 dengan ancaman hukuman 7 dan 8 tahun.

loading...

Bacaan Terkait: