Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Wanita Yang Merencanakan Pesta Kematiannya Sendiri

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Wanita Yang Merencanakan Pesta Kematiannya Sendiri. Dikutip dari laman Vemale, beriekut Dunia Baca dot Com share sebuah kisah nyata yang terbilang langka dan unik, yakni Kisah Seorang Wanita Yang Merencanakan Pesta Kematiannya Sendiri.

Tidak ada yang tahu kapan kematian akan datang menjemput, tidak juga wanita yang satu ini. Namanya Angelica Bull, umurnya sudah 40 tahun dan ia dalam keadaan sehat. Tapi mengapa ia lebih memilih untuk sibuk merencanakan bagaimana upacara kematiannya.

Umumnya, wanita akan lebih senang sibuk merencanakan upacara pernikahan daripada kematian. Tentu karena momen menikah adalah momen sekali seumur hidup yang penuh dengan kebahagiaan dan suka cita. Tapi, alih-alih berpikir untuk menikah, Angelica malah lebih memilih untuk mempersiapkan ‘pesta’ kematiannya.

Layaknya mempersiapkan sebuah pesta, ia pun menuliskan semua hal yang ia inginkan dengan detail di atas sebuah kertas. Ia membuat daftar dan bahkan mempersiapkan dana khusus untuk ini. Tak tanggung-tanggung, ia memiliki tabungan sebesar £6,000 untuk pesta kematiannya nanti.

Ketika akan menginjak umur 40 tahun, sekelilingnya berkata bahwa ‘Hidup baru dimulai ketika Anda berumur 40 tahun’. Ia kemudian berpikir ” Bagaimana jika itu tidak terjadi padanya?” ia pun mulai mengumpulkan berbagai katalog dari pemakaman setempat untuk mencari peti mati yang cocok untuknya. Akhirnya, ia memutuskan untuk memilih satu peti mati ramah karbondioksida dengan aksen warna ungu yang bernilai £600.

“Saya sudah memilih 3 lagu, salah satunya adalah lagu yang biasanya dinyanyikan oleh pengasuhku saat kecil. Kemudian One oleh U2 dan Gimme Shelter milik Rolling Stones karena mereka favoritku.”

Keluarga dan teman-teman dari Angelica juga sudah mengetahui ide Angelica ini. Ia juga sudah meminta seorang pengatur pemakaman untuk nantinya melakukan kremasi, 3 orang teman yang akan memberikan pidato perpisahan bahkan ia juga meminta khusus peti matinya dipenuhi dengan bunga melati. Yang lebih nyentrik, ia akan meminta kerabat dan keluarga yang akan datang untuk memakai dresscode dengan warna cerah karena ia tidak ingin kematiannya menjadi suatu prosesi yang mengerikan.

Ia mengaku alasan mengapa ia lebih memilih untuk membuat persiapan kematian dan bukannya pernikahan karena ia single dan telah lama tidak berpacaran selama 5 tahun belakangan.

” Aku tahu Aku akan meninggal suatu saat tapi Aku tidak yakin aku akan menikah.Bagiku, lebih penting merencanakan upacara kematian karena pernikahan akan kurencanakan sendiri hidup-hidup. Biasanya, upacara kematian diatur oleh orang lain. ”

“Orang bilang aku mendahului takdir, I don’t believe that. Satu-satunya penyesalanku adalah Aku tidak akan berada di sana untuk menikmati pesta.” ujarnya.

Memang ada-ada saja ide Angelica ini. Walaupun bisa dikatakan ia mendahului takdir, namun setiap orang memang punya cara tersendiri untuk memperingati setiap momen dalam hidupnya. Well, Vemale tidak akan menyarankan Anda untuk meniru apa yang dilakukan oleh Angelica. Yang lebih penting untuk dilakukan adalah menikmati hidup dengan perilaku baik dan berbuat kebaikan untuk semua orang.

loading...

Bacaan Terkait: