Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kisah Wanita yang Rela Mendonorkan Separuh Hatinya demi Putrinya

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah Nyata Ibu dan Anak Ibu ini Rela Donorkan Separuh Hatinya demi Putrinya. Ibu mana yang tak sedih melihat putri tunggalnya kesakitan, apalagi jika sang putri divonis menderita penyakit langka pada usia yang sangat muda.

Charlotte Rogers dari Inggris sedih lantaran putrinya, Imogen, telah didiagnosis penyakit hati langka sejak berusia 9 minggu.

Penyakit langka bernama biliary atresia ini membuat Imogen terlahir tanpa empedu sehingga ia kesulitan memecah lemak dari makanannya dan menyebabkan tekanan yang luar biasa pada hatinya.

Awalnya, Imogen hanya diketahui mengalami sakit kuning ketika lahir sehingga Charlotte berinisiatif membawa putrinya ke dokter. Waktu itu Charlotte mengira kondisi yang dialami putri kecilnya tak perlu terlalu dikhawatirkan.

“Lalu dokter meminta kami menjalani tes darah dan ternyata di Malam Natal, Imogen harus menjalani operasi. Saat itu terasa sangat mengerikan,” tuturnya.

Operasi ini ditujukan untuk memperbaiki hati Imogen (13 bulan), dengan harapan empedunya dapat dikosongkan dari hati Imogen dan kondisinya dapat disembuhkan. Namun tiga jam kemudian, kondisi Imogen justru semakin parah. Itu berarti operasinya gagal.

Setelah itu Imogen didaftarkan untuk mendapatkan transplantasi dan ia telah menunggu lima bulan lamanya. Tapi kenyataan berkata lain dan ternyata Imogen perlu penanganan cepat untuk menyelamatkan nyawanya.

Lalu seorang teman mengatakan kepada Charlotte (34) dan pasangannya, Sebastian Daly bahwa organ transplantasi bisa diperoleh dari orang yang masih hidup.

“Ketika saya mengetahui bahwa prosedur ini memungkinkan pengambilan hati dari orang yang masih hidup, saya langsung tahu jika saya akan memberikan hati saya untuk Imogen,” ujarnya.

Charlotte pun mengisahkan perjuangannya agar bisa diterima sebagai donor. Sebelumnya ia harus menurunkan berat badan sekitar 13 kilogram. Setelah mencapai berat badan yang diinginkan, Charlotte masih harus menjalani scan pada hatinya, MRI pada perutnya dan sejumlah penyinaran dengan sinar X. Bahkan Charlotte harus diambil sampel darahnya 18 kali dalam sehari meski sebenarnya ia takut terhadap jarum suntik.

“Kemudian kami memperoleh tanggal donasi di akhir Juli tapi dokter merasa kami harus menunggu selama mungkin, memberikan kesempatan terakhir pada Imogen untuk hidup bersama hatinya sendiri sehingga sampai akhir Agustus operasi itu belum bisa dilakukan,” kisahnya.

Ibu dan anak itu pun akhirnya dioperasi pada tanggal 5 September 2012, ketika Imogen masih berusia 11 bulan.

“Saya kira Sebastian sangat stres karena kedua perempuan dalam hidupnya berada di bawah pengaruh obat bius pada waktu yang bersamaan, di dua rumah sakit yang berbeda,” katanya.

Dalam operasi yang menghabiskan waktu selama 9 jam itu, hati bagian kiri milik Charlotte diangkat di Queen Elizabeth’s Hospital, Birmingham untuk kemudian dipindahkan ke Birmingham Children’s Hospital dan diberikan pada Imogen.

Beruntung hati milik ibu muda asal Betley, Staffordshire ini berhasil memulihkan diri. Artinya bagian kanan hati Charlotte akan tumbuh dan berkompensasi dengan bagian yang hilang. Begitu juga dengan hati bagian kiri yang diberikan pada Imogen.

“Kami berdua dapat pulih dengan baik. Saya memang jadi mudah lelah tapi Imogen tampaknya semakin tumbuh dengan cepat dengan organ barunya. Justru jika saya tidak memberikan sebagian hati saya, mungkin kami harus terbangun setiap malam dan terus bertanya-tanya apakah mereka menemukan donor untuk kami atau tidak. Mungkin orang-orang akan mati karena menunggu transplantasi tapi tidak dengan Imogen,” pungkasnya seperti Dunia Baca dot Com kutip dari laman detikHealth yang dilansir Daily Mail

loading...

Bacaan Terkait: