Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kumpulan Cerita Konyol tentang Malam Pertama

Kategori Dunia: TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Cerita Konyol tentang Malam Pertama. Masih ingat tidak bagaimana kisah Anda di malam pertama? Apakah itu romantis, bikin deg-degan, atau justru Anda punya kisah konyol yang akan Anda bagi?

Mengawali cerita di malam pertama, agar Anda yang akan menikah tidak tegang dan deg-degan, kami akan membagi kisah-kisah konyol yang bikin Anda tertawa. Ok, tenang saja, sebenarnya malam pertama tak seburuk itu kok…

Hanya aku dan TV – El, 33 tahun

Punya pesta pernikahan yang didatangi sanak saudara dan teman-teman memang menyenangkan. Tetapi kalau pestanya berlangsung nyaris seharian tentu melelahkan. Bisa terbayang bagaimana lelahnya dan ingin rasanya segera melompat ke tempat tidur serta menanggalkan sepatu serta gaun.

Dan demikianlah aku dan suamiku merasa kelelahan dan tak sabar ingin segera merasakan empuk dan nyamannya bantal di hotel. Kami telah memesan kamar suite untuk malam pertama yang istimewa ini.

Karena ingin membuat suami terkesan di malam pertama, alhasil aku mandi terlebih dahulu dan berendam di dalam bath tub dengan air yang sudah dicampur wewangian. Membayangkan bagaimana kejadian romantis yang akan kami lewati sudah membuatku tersipu. Dan hanya sekotar 15 menit lamanya aku mandi, aku berharap suami akan menyambutku dengan kecupan. Tak disangka, aku malah mendapatinya sudah tidur lelap dengan suara dengkuran hebat dan posisi yang rasanya super nyaman. Aku tak tega membangunkannya, akhirnya aku menghabiskan malam pertama dengan menonton TV.

Terlalu bersemangat, Gea 28 tahun

Semangat anak muda selalu menggebu-gebu, dan kebetulan pasanganku juga orang yang sama heboh dan cerianya dengan aku. Semua teman-temanku memanggil kami pasangan super heboh karena kalau ada kami pasti seru dan ramai.

Dan demikian akhirnya kami mengakhiri masa lajang dan mengucap janji sehidup semati. Usai acara pernikahan yang lancar, dan tak kami kacaukan, kami lalu merasa lega serta kembali ke kamar hotel yang telah dipesan.

Saking bahagianya kami melompat kegirangan di atas ranjang hotel. Kami juga membuka keran kamar mandi untuk berendam berdua. Kami kemudian meninggalkannya dalam keadaan saluran air yang belum dibuka. Kami malah asyik bercumbu dan menikmati ‘hidangan pembuka’ malam pertama. Tak terasa kami berdua ketiduran akibat aksi berdua. Dan ketika bangun kami mendapati karpet kamar sudah basah karena banjir dari kamar mandi. Ah… akibat terlalu bersemangat akhirnya kami harus bersih-bersih kamar hotel tengah malam demi tidak malu di depan orang-orang.

Gara-gara rambut ekstension, Dee 25 tahun

Karena ingin tampil cantik di resepsi pernikahan, hairdresserku memakaikan aku tambahan rambut ekstension agar rambut tampak lebih megah dan berisi.

Dan tiba saatnya kami kembali ke kamar hotel, suamiku membantu melepaskan gaun pengantin yang kukenakan di depan cermin. Resleting belakang gaun memang agak terlalu rapat dan sulit dibuka, sehingga suami dengan sekuat tenaga berusaha membukanya. Saking semangatnya, rambut ekstension yang sudah kugerai malah tersangkut pada resleting, tepat di saat suamiku berhasil membuka gaun.

Kaget bercampur takut, suamiku mengira rambutku terkelupas dari kepala akibat gerakan melepas gaun tadi. Ia langsung pingsan dan aku panik bukan main. Alhasil, bukannya bermesraan di malam pertama, aku malah merawat suamiku yang pingsan gara-gara rambut ekstension.

Suamiku terkunci di luar, Cyn 35 tahun

Akibat kelelahan mempersiapkan pernikahan sendiri, aku justru jatuh sakit setelah resepsi pernikahan usai. Kepalaku sakit dan flu berat langsung menderaku. Akupun minum obat dan segera naik ke ranjang. Sementara suamiku belum ingin tidur, ia pamit padaku untuk bergabung dengan keluarga yang menginap di penginapan yang sama dengan kami. Aku mengangguk, kemudian membiarkan suamiku keluar sejenak.

Ternyata, suamiku pergi tanpa membawa kunci kamar, karena berpikir ada aku di sana. Saat kembali ke kamar ia harus mengetuk kamarku selama berjam-jam, dan aku sendiri sudah tertidur pulas tak mendengar apa-apa. Keesokan paginya, aku mendapatinya tidur di lobby dan aku benar-benar meminta maaf padanya.

Maaf ya, sayang.

loading...

Bacaan Terkait: