Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kumpulan Kisah Cinta Sehidup Semati yang Sangat Mengiris Hati

Kategori Dunia: TrueStory

Kisah-Kisah Cinta Sehidup Semati yang Sangat Mengiris Hati. Setiap pasangan selalu mempunyai kisah cinta yang berbeda-beda. Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Setiap individu juga mempunyai pandangan yang berbeda mengenai arti cinta. (Baca juga: Arti / Definisi Cinta dan Jenis-jenis Cinta)

Ada yang rela melakukan apa saja agar mendapatkan cinta sejatinya. Ada pula pasangan yang mengekspresikan rasa cintanya dengan melakukan hal yang dapat membuat pasangannya merasa nyaman dan bahagia. (Baca juga: Kumpulan Kisah Mengharukan Pengorbanan Cinta Sang Suami untuk Istrinya)

Banyak pasangan yang mengatakan cinta mereka adalah cinta sehidup-semati, akan tetapi itu hanya kiasan dan tidak semua benar-benar melakukannya seperti peribahasa yang berbunyi ‘lain di mulut lain di hati’. Artinya pasangan tersebut berbicara begitu hanya ingin memberikan rasa senang atau bahagia kepada pasangannya. (Baca juga: Kisah Sedih Suami Istri yang Meninggal di Hari yang Sama)

Tetapi ada pula yang benar-benar cinta sehidup semati, dari hidup bersama hingga matipun mereka selalu bersama. Berikut adalah beberapa kisah cinta sehidup-semati pasangan suami istri yang sangat mengiris hati.

Kisah Suami Istri Meninggal Bersama setelah 67 Tahun Menikah

Mereka bukanlah orang yang kaya. Mereka hanya orang-orang yang selalu berkomitmen satu sama lain, tidak peduli situasi apa pun.

Begitulah cara Donna Scharton mengingat orang tua tercinta, Floyd dan Violet Hartwig, sebelum mereka meninggal pada 11 Februari lalu.

Pasangan yang telah menikah selama 67 tahun itu meninggal di rumah mereka dan kejadian ini sama seperti kejadian di film terkenal “Notebook”.

Anggota keluarga Scharton berusaha mendorong tempat tidur mereka berdekatan karena kedua pasangan itu sudah tahu ajalnya sudah dekat.

“Ibuku kena demensia selama beberapa tahun terakhir dan sekitar liburan kami melihat kesehatannya menurun,” kata Donna, seperti dilansir ABC News, Rabu (25/2).

Setelah itu Donna mendapat telepon dari dokter yang mengatakan ayahnya kena gagal ginjal dan hanya punya waktu dua minggu untuk hidup.

“Jadi kami memutuskan untuk menempatkan mereka di rumah sakit bersama-sama.”

Hartwigs memiliki sebuah peternakan di Easton, California. Kedua pasangan tersebut bertemu saat di sekolah dasar dan menjalin hubungan pada saat Hartwig pulang dari tugas di Angkatan Laut.

Mereka menikah pada 16 Agustus 1947 dan memiliki tiga anak. Donna mengatakan meskipun kesehatannya memburuk, prioritas utama ayahnya adalah istrinya.

“Dia ingin ibuku tetap hidup,” kata Donna.

Ketika ajal kian dekat, keluarga mereka menempatkan tangan mereka bersama-sama.

“Ayah saya meninggal sambil memegang tangan ibu.
Kami mengatakan kepada ibu bahwa ayah telah pergi dan kini sedang menunggu ibu. Dia meninggal limah kemudian.”

Cynthia Letson yang merupakan cucu dari pasangan tersebut mengatakan, dia mengingat kakek-neneknya sebagai orang yang sederhana yang hanya mencintai keluarganya.

“Saya ingin yang orang-orang tahu dari cerita ini adalah komitmen ayah saya untuk mencintai keluarganya.”

Kisah Cinta Sehidup semati, Dengar Suami Tewas Istri Shock Lalu Ikut Meninggal

Janji nikah untuk sehidup semati dalam susah dan senang benar-benar ditunjukkan pasangan suami istri opa Handry Tuyu (85) dan oma Adelin Mewengkang (75), warga Kelurahan Ranotana Weru, Kecamatan Karombasan Selatan, Manado.

Seakan tak mau ditinggalkan sendiri, Oma Adelin shock mendengar suami tercinta meninggal dalam perawatan di Rumah sakit dan langsung meninggal pula mengikuti opa Handry yang lebih dulu menghembuskan napas terakhir.

Ceritanya, opa Handry dirawat di rumah sakit Siloam Manado sejak Jumat (23/1) pekan lalu karena sakit. Dalam penanganan medis di rumah sakit tersebut, oma Adelin dengan setia menunggui suaminya.

Dengan sabar, dirinya menjaga opa hingga Selasa (27/1), malam. Dirinya tak mau beranjak dari sisi sang suami hingga keluarga dekat mereka menyuruh sang oma untuk beristirahat sejenak mengingat kondisinya yang terlihat lelah. Maklum, umurnya juga sudah tak muda lagi dan kondisi fisik yang mulai menurun.

Lantaran terus-menerus dipaksa beristirahat, oma pun mengiyakan dan langsung beranjak menuju ke hotel Aryaduta untuk beristirahat. Kebetulan saat itu keluarga mereka sedang menginap di hotel yang berada satu gedung dengan rumah sakit tempat opa Handry dirawat tersebut.

Tak dinyana, opa Handry meninggal beberapa saat ketika istrinya beranjak istirahat. Ia seakan tak tega jika istrinya melihat langsung kepergiannya.

“Opa meninggal (Rabu) tadi malam di rumah sakit sekitar pukul 2.30 WITA, dan keluarga bingung mencari cara untuk memberitahukan ke oma Adelin,” tutur Ronny Lumempow salah satu kerabat dekat mereka.

Akhirnya, keluarga memutuskan untuk tetap memberitahu kabar kepergian opa ke oma Adelin.

Seperti dugaan keluarga, oma Adelin langsung shock menerima kabar tersebut. Kesedihan yang teramat sangat membuat ia tak mampu menerima kenyataan harus ditinggalkan suami yang telah memberikan 2 orang anak buah cinta kasih mereka.

Oma Adelin pun menghembuskan napas terakhir dalam keadaan shock dan tak sempat dilarikan ke rumah sakit, Rabu (28/1).

Kini, jasad kedua pasangan suami istri yang telah lanjut usia tersebut disemayamkan di rumah mereka di Kelurahan Ranotana Weru.

“Rencananya jasad oma dan opa akan dimakamkan di Kelurahan Tompaso Kecamatan Kawangkoan, Minahasa,” ujar Ronny.

Kisah Cinta Sehidup Semati Robert dan Nora Vlands

Anda harus tahu kisah cinta Robert dan Nora Vlands. Mereka sakit bersama dan meninggal selang beberapa jam.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Sabtu (31/8/2013), mereka pertama kali bertemu pada 1942 dan telah menikah selama tujuh dekade. Pasangan asal Negara Bagian Illinois, Amerika Serikat ini memang tidak dapat terpisahkan. Bahkan di ruang makan, mereka selalu berpegangan tangan.

Barat identik dengan gaya hidup bebas dan seringkali bertukar pasangan semaunya. Namun pasangan ini menunjukkan cinta pun bisa memenangkan kesetiaan meski berhadapan dengan gaya hidup seperti itu.

Beberapa bulan belakangan mereka mengidap pneumonia. Mereka dirawat di rumah sakit yang sama. Tak kuat menahan sakit Robet meninggal sekitar 12.45 waktu setempat sementara Nora tiada empat jam kemudian.

Seluruh anak dan cucu mereka bersedih sekaligus takjub. “Kami tidak tahu jika salah satu berakhir lebih dulu dan yang lainnya bisa bertahan. Ini mereka inginkan,” ujar salah satu anak perempuan Robert dan Nora bernama Barb Milton.

Kisha Cinta Sehidup Semati, Dua Sejoli yang Meninggal Sambil Berpegangan Tangan

Don dan Maxine Simpson membuat dunia terharu dengan kisah cinta mereka yang begitu menyentuh. Pasangan ini bertemu pada tahun 1950-an di sebuah arena bowling dan kemudian menghabiskan 62 tahun berikutnya dengan hidup bersama.

Pasangan ini kerap melakukan tur keliling dunia bersama dan akhirnya memutuskan menetap di Bakersfield, California, setelah mengadopsi dua anak. Maxine pun hidup bahagia bersama suaminya, Don, yang bekerja sebagai seorang insinyur sipil.

Cucu mereka, Melissa Sloan, baru-baru ini berbagi foto kebersamaan Don dan Maxine Simpson kepada publik, termasuk foto hitam dan putih yang menggambarkan saat mereka berpegangan tangan – yang diambil ketika mereka melewati saat-saat terakhir mereka bersama.

“Kakek-nenek saya memang tak terpisahkan dan mereka ditakdirkan untuk bersama,” kata Melissa kepada stasiun berita Amerika, ABC, Agustus tahun lalu.

Don Simpson dan istrinya, Maxine, telah menikah selama 62 tahun, dan Don meninggal empat jam setelah istrinya pada 21 Juli lalu. Mereka meninggal dalam keadaan berbaring di samping satu sama lain. Maxine, 87, diketahui menderita kanker dan suaminya, 90, dua minggu lalu mengalami cedera pinggul saat jatuh di rumahnya.

Maxine telah berjuang melawan kanker selama bertahun-tahun, tetapi ketika mengetahui Don dibawa ke rumah sakit karena cedera pinggul, penyakitnya semakin parah. Ketika kondisi Don semakin memburuk, keluarga mereka memindahkan pasangan itu ke kamar yang sama sehingga mereka bisa berbaring di samping satu sama lain.

Maxine pun terbangun dan melihat pria yang dicintainya telah berada di sisinya. Dia kemudian memegang tangan suaminya dan saat itulah mereka tahu bahwa mereka telah bersama. Maxine meninggal terlebih dulu, tetapi saat mereka mencoba memindahkan tubuhnya, Don rupanya juga mengembuskan napas terakhirnya.

“Dia (Don) sangat memuja nenek saya. Dia mencintainya sampai ke ujung dunia,” lanjut Melissa.

Kisah Cinta Sehidup Semati, Suami Istri yang Meninggal di Hari yang Sama

Pasangan Suami Istri asal Ohio ini. Mereka meninggal di hari yang sama, hanya terpaut sepuluh jam antara kematian sang suami dengan istri.

Pasangan Harold dan Ruth Knapke asal Ohio telah menikah selama 66 tahun. Mereka berdua meninggal di ruangan yang sama di rumah sakit Versailles Health Care Center pada tanggal 11 Agustus lalu, hanya sembilan hari dari ulang tahun pernikahan mereka.

Harold, sang suami yang berusia 91 tahun telah mengalami penurunan kesehatan. Namun dia tetap bertahan hidup hingga istrinya, Ruth yang berusia 89 tahun, bisa pergi bersama dengannya. Harold meninggal 10 jam lebih dulu sebelum Ruth akhirnya meninggal.

Kisah asmara mereka ternyata juga cukup manis. Ruth menyukai Harold sejak duduk di kelas tiga sekolah dasar. Keduanya menikah setelah Harold kembali dari Perang Dunia II pada tanggal 20 Agustus 1947, seperti dilansir oleh NY Daily News (26/08/2013).

Pasangan ini meninggalkan enam anak, 14 cucu, dan delapan cicit. Meski belum tentu mereka bertemu di alam baka, namun kesetiaan keduanya terbukti ketika mereka masih saling menemani hingga ajal menjemput keduanya.

Pembaca, itulah Kumpulan Kisah Cinta Sehidup Semati yang Sangat Mengiris Hati, seperti dilansir dari laman Merdeka. Semoga bermanfaat

loading...

Bacaan Terkait: