Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kumpulan Kisah Foto Selfie yang Berujung Maut

Kategori Dunia: TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah Foto-foto Selfie yang Berujung Maut. Selfie memang sedang menjadi tren di berbagai kalangan. Seluruh lapisan masyarakat mulai dari rakyat biasa hingga presiden dunia pernah melakukan selfie. Namun siapa sangka, kegiatan yang bertujuan untuk mengabadikan momen indah bersama kerabat atau keluarga ini bisa menjadi petaka, bahkan berujung dengan maut.

Sudah banyak peristiwa mengenaskan yang terjadi akibat selfie. Akibatnya, banyak pihak yang mengingatkan untuk berhati-hati ketika mengabadikan momen di tempat umum atau di tempat wisata seperti pantai, dan pegunungan.

Dari banyak kisah insiden selfie berujung maut, berikut a dalah beberapa kumpulan kisahnya seperti dilansir dari laman Merdeka:

Terpeleset di danau saat foto selfie, 3 ABG Bojonegoro tewas

Tiga remaja dari Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim), yaitu Rina Andriana, Rini Andriani, dan Rina Ristiani, yang semuanya berusia 16 tahun, ditemukan tewas tenggelam di sebuah danau.

“Warga menemukan ketiganya sudah dalam keadaan tak bernyawa di dasar embung (danau),” kata Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Imam Nurcahyo, Minggu (6/4).

Ketika itu, katanya, ketiganya sedang berfoto bersama, salah satu remaja tersebut terpeleset tercebur masuk ke dalam embung yang berkedalaman sekitar 3-4 meter yang kondisinya curam.

“Lainnya berusaha menolong, tapi ikut tenggelam. Kemungkinan ketiganya tenggelam disebabkan tidak bisa berenang,” katanya, memperkirakan.

Menurut dia, warga yang mengetahui kejadian tenggelamnya tiga remaja itu berusaha melakukan pertolongan, namun warga menemukan ketiganya di dasar embung sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Asyik selfie, ibu dan anak tewas terseret ombak

Gara-gara asyik selfie di bibir pantai Rancabuaya, Kabupaten Garut, Nonoh Hariati (40) dan putrinya, Trinita Alifah Anggraeni (12), tewas tersapu ombak, Minggu (3/8). Kejadian tersebut sontak menjadi peristiwa yang menyedihkan, terutama suami dan ayah korban, Ade Caca (46).

Pria yang tinggal di Kp Kancah RT 02/15 Cihideung, Parongpong, Kabupaten Bandung Barat ini menyaksikan dengan jelas bagaimana anggota keluarganya tersebut tewas diseret ombak ganas pantai Rancabuaya.

Menurut Ade, kejadian itu berlangsung begitu cepat. Kedua korban yang sedang mengabadikan momen liburan itu mendadak disambar gelombang tinggi dari arah belakang. Akibatnya, korban terseret arus menjauh dari bibir pantai. Korban langsung meninggal di lokasi kejadian.

Selfie saat istirahat, wisatawan Aceh hilang terseret ombak

Seorang wisatawan asal Aceh bernama Bambang Setiadi Feri Fadli (25) dinyatakan hilang setelah terseret ombak di kawasan wisata Tapak Tuan Tapa di kawasan Gunung Lampu, Desa Pasar, Kota Tapaktuan, Minggu (24/8).

Peristiwa itu terjadi ketika Bambang dan rombongan memutuskan untuk singgah lagi ke objek wisata Tapak Tuan Tapa yang berlokasi di Gunung Lampu Desa Pasar Kota Tapaktuan setelah mengunjungi sejumlah objek wisata seperti Gua Kalam, Air terjun tingkat tujuh serta juga menyempatkan diri mandi-mandi di kolam pemandian Air dingin Panjupian.

Saat sedang berfoto-foto di lokasi objek wisata itu, ke 2 orang wisatawan tersebut disambar ombak besar lalu diseret arus ke tengah-tengah lautan. “Korban atas nama Dedi Satria dibawa arus laut arah belakang kantor Bank Aceh atau mendekati pinggir, saat itu seorang warga Tapaktuan melihat korban sedang meminta tolong dan segera memberi bantuan dengan menarik korban ke pinggir sehingga korban berhasil di selamatkan,” paparnya.

Sedangkan korban satu lagi bernama, Bambang Setiadi, kata Mayfendri, terseret arus ke tengah-tengah lautan dekat karang topi tuan Tapa sehingga tidak dapat diselamatkan dan sampai saat ini masih hilang.

loading...

Bacaan Terkait: