Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kumpulan Kisah Pencabulan yang Berawal dari Facebook

Kategori Dunia: Internet & Web, Nasional, TrueStory

Powered by: id.neuvoo.com

Kisah-kisah Pencabulan Gadis yang Berawal dari Facebook. Beberapa kisah dibawah ini dapat dijadikan sebagai bahan pelajaran bagi para pembaca semua, agar untuk lebih berhati-hati dari segala hal, terlebih di dunia maya.

Berikut cerita-cerita atau kisah miris soal pencabulan para gadis yang berawal dari jejaring sosial facebook, sebagaimana Dunia Baca dot Com lansir dari laman Merdeka

Suami cabul anak SMA

Kasad Daryatmo (23), mencabuli korban YPs (16) siswi kelas II di salah satu SMAN favorit di Wonogiri. Keduanya berkenalan lewat jejaring sosial Facebook.

“Dari FB berlanjut saling tukar nomor telepon sehingga komunikasi berlanjut melalui SMS maupun telepon. Korban sendiri telah hamil sekitar enam sampai tujuh bulan,” ujar Kasad.

“Saya tidak cinta istri saya (Er-red) namun cinta terhadap YP (korban),” katanya.

Tersangka dijerat pasal 82 Undang-undang (UU) No 23/2002 tentang Perlindungan Anak (UUPA) dengan ancaman hukuman 10 tahun.

Office boy cabuli anak SMA

Seorang gadis berumur 17 tahun kabur dari rumah sejak mengenal Yusuf, teman yang dikenal lewat jejaring sosial Facebook. Diketahui Yusuf dipolisikan karena telah menggauli Wulan.

“Korban berkenalan dengan tersangka melalui facebook pada Mei lalu,” kata Ipda Iwan Haryanto kepada wartawan, Rabu (30/11/2011).

Tak lama chatting di facebook, mereka akhirnya bertemu. Siswi SMA kelas 1 itu mengiyakan saat Yusuf bekerja sebagai office boy itu meminta menjadi pacarnya. Sebanyak 4 kali Yusuf mencabuli Wulan, dua kali di semak-semak Wonorejo Timur dan dua kali di bawah jembatan tol Pondok Chandra.

“Bahkan dalam pesannya, tersangka meminta korban agar tak mengenakan celana dalam saat menemuinya,” tambah Iwan.

Fotografer cabuli modelnya

SS (15) seorang siswi kelas X SMA menjadi korban penculikan dan pencabulan oleh seorang pelaku bernama Brian Harry alias Michael (31). Keduanya memulai perkenalan melalui facebook yang selanjutnya korban dijemput dengan mobil BMW bernopol B 1673 Q saat di sekolahnya.

Kemudian korban disekap selama 11 hari oleh pelaku dan dibawa berkeliling dari motel ke motel hingga akhirnya mengalami tindak kekerasan seksual. SS mengaku nyaris menjadi korban trafficking oleh pelaku di salah satu tempat hiburan malam yang berada di kawasan Jakarta Utara pada saat itu.

“Korban mengaku sempat dikenalkan oleh beberapa orang di tempat hiburan. Jadi ada dugaan korban nyaris menjadi korban perdagangan manusia untuk kepentingan seks komersil,” ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, usai melakukan pertemuan di kantornya, Jumat (12/10).

Arist menambahkan dugaan ini juga diperkuat dari kesaksian SS yang mengatakan sempat membuka laptop pelaku dimana isi dari folder foto milik pelaku tidak hanya menyimpan foto-toto milik korban saja.

“Keterangan korban bukan hanya gambar atau foto dia saja yang di laptop pelaku tapi banyak foto-foto anak remaja lain yang difoto bugil yang akan menjadi korbannya,” terang Arist.

Brian Harry seorang fotografer pernikahan yang menjanjikan akan menjadikan SS sebagai model profesional.

Siswi SMK dicabuli belasan pemuda

NR (15) siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi korban pencabulan oleh belasan pemuda. Peristiwa mengerikan itu terjadi di sebuah kebun singkong. Setelah diperkosa di kebun, korban kemudian mengalami peristiwa serupa di gubuk yang tidak jauh dari kebun singkong.

Kapolda Metro Jaya Irjen Putut Bayuseno menjelaskan, korban mengenal pelaku lewat situs jejaring sosial Facebook. “Sampai suatu ketika, pelaku inisial B bertemu dengan korban. Kemudian korban diajak pelaku B ke sebuah gubuk yang di sana sudah berada belasan teman pelaku B lainnya,” tutur Putut.

Ketika, teman-teman pelaku B berada di gubuk, pelaku B mengajak korban untuk masuk ke sebuah kebun singkong yang terletak 15 meter dari gubuk tersebut. “Di kebun singkong, pelaku meminta korban untuk melakukan tindakan asusila. Setelah selesai, korban dan pelaku kembali ke gubuk. Dan pelaku B meninggalkan korban di gubuk untuk pergi beli rokok dan air mineral,” lanjut Putut.

Saat pelaku B pergi, tutur Putut, muncul keinginan teman-temannya untuk melakukan perbuatan asusila, lalu terjadilah peristiwa tersebut. “Jadi secara beramai-ramai tindakan asusila tersebut terjadi. Dari sekitar pukul 11.45 WIB sampai pukul 15.00 WIB,” ucap Putut lagi.

Sopir angkot cabuli anak SMP

Seorang bocah berusia 14 tahun dicabuli oleh pria yang dikenalnya melalui facebook. Selama menghilang sejak 23 September, SA empat kali ditiduri oleh Gilang Saputra di rumah kontrakannya di Jl H Nawi Gg Dukuh, Waru, RT 1 RW 2 No 48, Parung, Bogor.

“SA meninggalkan rumah dengan alasan akan menjenguk temannya di rumah sakit,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/10).

Setelah cukup lama tak pulang kata Rikwanto, ayah SA, FDS melaporkan hal tersebut ke Polres Depok. Setelah ditelusuri salah seorang teman korban Catur Sugiarto mengatakan SA mempunyai teman dekat yang dikenal melalui situs jejaring sosial facebook.

Tukang Parkir Cabuli ABG

Seorang pemuda berinisial F (25), mencabuli anak baru gede (ABG) berinisial M (14). F yang tukang parkir ini berkenalan dengan M lewat facebook. Di FB dia mengaku sebagai mahasiswa untuk merayu korban yang masih duduk di kelas 2 SMP.

Pemuda bejat ini akhirnya diciduk oleh petugas Polres Cilegon. Firman mengaku sudah tiga kali menggauli korban di rumah neneknya di Ramanuju, Cilegon Banten.

“Pelaku dikenakan UU Nomor 23 tahun 2004 pasal 81 Jo 82 dengan ancaman penjara di atas lima tahun,” ujar AKP Dedi Rudiman Kasubag Humas Polres Cilegon, Rabu (6/3).

Dari informasi yang dihimpun, awal hubungan antara Firman dengan M bermula dari perkenalan melalui jejaring sosial Facebook kemudian berlanjut ke saling tukar nomor handphone.

Dari kejadian-kejadian diatas, mudah-mudahan para pembaca lebih waspada dalam bermain Facebook. Karena, berulang kali kejahatan terjadi setelah korban dan pelaku berkenalan di facebook. Awalnya memang manis, komunikasi berjalan lancar sampai akhirnya kedua pihak sepakat untuk bertemu. Selanjutnya, tentu tidak diharapkan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan, modus seperti itu memang bukan hal baru, terlebih saat ini teknologi sudah semakin berkembang. Untuk itu, Rikwanto menyarankan agar para wanita tak mudah diajak bertemu dengan pria yang baru dikenalnya.

“Jangan mudah percaya atau tertarik, apalagi sampai menghilangkan kesadaran penuh. Artinya diajak kemana lalu nurut saja, takut terpengaruh dengan bahasa-bahasa yang diisyaratkan untuk menjerumuskan,” katanya.

Menurut Rikwanto, pembelajaran juga perlu diberikan kepada para wanita utamanya yang masih masuk kategori anak baru gede (ABG). Bujuk rayu dengan kata-kata manis, kata Rikwanto, jangan ditanggapi secara berlebihan.

“Si anak harus paham dunia-dunia maya yang serba membius, terlalu menarik untuk ditinggalkan, akhirnya hanyut,” tuturnya.

Kasus-kasus seperti itu menurut Rikwanto, memang memiliki tingkat kesulitan untuk diungkap. Tetapi, dia menjamin setiap kejahatan dengan penyelidikan yang komprehensif akan terbongkar. “Tidak ada kejahatan yang sempurna, pasti meninggalkan jejak. Jejak elektroniknya pasti tertinggal. Kalau yang ada bukti, kejadian peristiwa kemungkinan keungkap,” tandasnya.

loading...

Bacaan Terkait: