Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Kumpulan Kisah Unik Menteri Susi Pudjiastuti yang Belum Anda Ketahui

Kategori Dunia: TrueStory

Kumpulan Kisah Unik Menteri Susi Pudjiastuti yang Mungkin Belum Anda Ketahui. Susi Pudjiastuti, menarik perhatian khalayak saat Presiden Joko Widodo mengangkatnya menjadi seorang menteri. Meski cuma lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP), Susi dipercaya untuk mengisi posisi di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pos yang menjadi andalan Presiden Jokowi.

Meski hanya lulusan SMP, tidak lantas membuat Susi minder. Dia langsung membuat sejumlah gebrakan yang membuat banyak orang menggelengkan kepala.

Di sisi lain, dia tetap bersikap seperti biasanya. Bahkan, dia tetap santai merokok bersama wartawan sesaat setelah namanya dipanggil Jokowi sebagai salah satu anggota Kabinet Kerja.

Jokowi mengaku senang dengan cara kerja Susi yang dalam jam-jam pertama pekerjaannya membuka kesadaran publik bagaimana potensi laut kita dicuri nelayan asing.

“Ya Saya memang butuh orang ‘gila’ untuk melakukan terobosan,” tegas Jokowi.

Sebagai menteri andalan Jokowi, masyarakat sangat ingin tahu apa saja tingkah laku Susi. Dalam sejumlah kesempatan, dia bercerita pengalaman hidupnya yang tidak sedikit dan penuh keunikan.

Apa saja keunikan itu? Berikut adalah Kumpulan Kisah Unik Menteri Susi Pudjiastuti yang Mungkin Belum Anda Ketahui, seperti dilansir dari laman Merdeka.

Rencana demo Bandara Halim antar Susi jadi menteri

Susi Pudjiastuti menceritakan kisah pengangkatannya menjadi menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Kerja Jokowi-JK. Menurut pengakuan Susi, semua bermula dari rencana demonstrasi di Bandara Halim Perdanakusuma.

Susi menjelaskan, saat itu dia berniat melakukan demo karena Bandara Halim Perdanakusuma bakal dikuasai maskapai penerbangan Lion Air. Susi meminta izin untuk mengamankan aksi tersebut.

Tapi dia justru diminta mencari figur untuk menteri kelautan dan perikanan. “Tiba-tiba satu sore, saat saya mau izin ke istana untuk minta pengamanan saat demo, saya malah disuruh cari siapa yang mau jadi bos kelautan? saya telepon teman-teman saya, tapi nggak ada yang mau,” ucap Susi dalam acara dialog di KKP, Jakarta.

Mendapat tugas begitu, Susi terus mencari figur yang pantas mengisi kursi menteri kelautan dan perikanan. Sampai pada akhirnya Susi menyerah karena tidak ada yang mau menjadi bos KKP.

“Nah terus saya dibilang pak Jokowi, ‘Nek kowe wae dadi bemper piye? (Kalau kamu saja yang jadi ‘bemper’ gimana?). Kemudian saya mikir, saya tanya ke presiden, dan semua tim. Saya minta masukan. Mereka setuju kalau saya terima pekerjaan ini, menjalankan visi misinya presiden,” tegasnya.

Sempat jadi buron polisi demi bantu nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti bercerita mengenai pengalaman hidupnya sebelum menjadi menteri. Susi bercerita pernah menjadi daftar pencarian orang (DPO) Polres Sumatera Utara.

Dia mengaku menjadi DPO karena ketahuan membawa lima ton solar dari Sumatera Utara ke Simeulue di Aceh untuk menghidupkan genset listrik.

“Saya pernah DPO di Polres Sumatera Utara. Saya bawa solar 5 ton ke Simeulue untuk genset di Simeulue itu. Itu karena BBM untuk nelayan susah. Saya bawa dari Medan dan ketangkep,” ucap Susi dalam dialog bersama kalangan pengusaha di Kantornya, Jakarta.

Menurut Susi kejadian tersebut sempat masuk media lokal karena menjadi DPO Polres dan jabatannya saat itu adalah direktur Susi Air. Susi mengakui, dalam kasus ini dia sempat diminta Rp 100 juta oleh Polres Sumatera Utara.

“Waktu itu saya dimintai Rp 100 juta oleh pak reskrim. Ini pengalaman buat saya,” tegas Susi di depan Kabareskrim dalam dialog.

Susi menyadari saat ini dia sudah menjadi menteri dan akan fokus untuk menghidupkan nelayan kecil. Nelayan kecil tidak boleh lagi kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi seperti yang dialaminya dulu.

Saat ini dia sudah memulai dengan moratorium izin kapal asing baru di Indonesia. “Kalau lusa saya dipecat, saya sudah lakukan sesuatu sekarang dalam mengelola laut kita,” tutupnya.

Jadi menteri Jokowi, anaknya digandrungi banyak lelaki

Usai mengadakan pertemuan dengan Dewan Pimpinan Daerah, Susi Pudjiastuti ditanya para wartawan anaknya yang mendadak mendapatkan banyak fans setelah dirinya diangkat jadi menteri. Menurut dia, hal itu terjadi karena ulah wartawan.

“Kan Gara-gara kalian. Bikin susah semua,” cetus Susi sembari senyum dan berjalan menuju ruang rapat.

Diakui Susi, sejak menjadi menteri kehidupan pribadinya mulai jadi konsumsi publik. Bahkan putrinya Nadine Kaiser yang berada di Amerika ikut komplain.

“Berapa hari jadi menteri, anak saya di Amerika bilang, Mami, so many people following me,” ucap Susi.

Menurut Susi, kondisi ini tidak lepas dari peran media yang selalu meliput kinerja dan kesehariannya melebihi liputan menteri lain di kabinet Jokowi-JK.

“Media membuat kehidupan pribadi saya porak poranda. Jalan saja susah, ketika menteri lain diwawancara kemudian ditinggal, kejar-kejar saya. Saya hanya menyampaikan komplain saya,” tutupnya.

Buat aturan pelarangan buang puntung di Pangandaran

Sahabat lama sekaligus teman bisnis Susi Pudjiastuti, Arman Juffry bercerita mengenai keseharian Susi sebelum jadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Menurut Arman, Susi adalah sosok yang suka terobosan dan membantu rakyat kecil.

Salah satu terobosan yang dilakukan Susi adalah melarang membuang puntung rokok sembarangan di Pangandaran. Meski hanya warga biasa, Susi disebut disegani di Pangandaran dan mempunyai kuasa.

“Beliau punya pengaruh di Pangandaran. Dulu Pangandaran tidak diperkenankan membuang puntung rokok sembarangan, denda Rp 50.000,” ucap Arman ketika berbincang dengan media di Kantor Susi.

Ide Susi tersebut dinilai sangat baik, uang denda membuang puntung rokok digunakan untuk membantu masyarakat dan lingkungan sekitar. Meski demikian, Arman mengakui Susi adalah wanita perokok berat.

“Dia memang perokok berat. Tapi dia bikin konsep uang denda digunakan lagi untuk kepentingan masyarakat Pangandaran. Beliau punya pengaruh di Pangandaran,” tegasnya.

Jadi orang pertama tembus lokasi bencana tsunami Aceh

Susi Pudjiastuti ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Nama wanita bergaya nyentrik ini mulai melambung ketika membuat maskapai Susi Air pasca-tsunami Aceh 2004 silam.

Susi Air awalnya didirikan untuk mengantarkan muatan perikanan milik perusahaan lain Susi, PT ASI Pudjiastuti. Saat bencana Tsunami hebat di Aceh 2004 silam, Susi hanya memiliki 1 buah pesawat berbadan kecil yaitu Cessna Caravan.

Dengan pesawat itulah, Susi tercatat sebagai orang pertama dari luar Aceh yang pertama kali menembus lokasi tsunami. Pada 27 Desember 2004 atau sehari setelah tsunami besar melanda Bumi Serambi Mekah Susi bersama suaminya Christiant langsung terbang ke Aceh menggunakan pesawat pribadinya itu.

Saat itu, Susi membawa puluhan tenda besar dengan daya tampung 100 orang. Kedatangan bantuan Susi bahkan ini jauh lebih cepat dari pemerintah dan swasta yang lain.

Dapat julukan ‘Susi Gila’ dari pemerintah

Susi bercerita mengenai pengalamannya waktu jadi pengusaha ketika bersitegang dengan pemerintah. Sebelum masuk jajaran kabinet, Susi mengaku sering teriak teriak pada pemerintah untuk menyampaikan aspirasinya.

Susi bahkan menyebut dulu dia dipanggil Susi gila oleh pemerintah. Dia sering komplain pada pemerintah bahkan hingga ke 10 kementerian.

“Dulu saya dipanggil Susi Gila. Saya sms ke 10 kementerian, teriak teriak. Resultnya (hasilnya) apa masa bodoh. Tapi sekarang pemerintah sebut Kita perlu orang gila untuk gebrakan,” ucap Susi

loading...

Bacaan Terkait: