Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Menguak Misteri Pembongkaran 82 Makam Di Cihuni Tangerang

Kategori Dunia: Misteri, Nasional

Powered by: id.neuvoo.com

Misteri Pembongkaran 82 Makam oleh 3 Penggali Kubur. Pembongkaran 82 makam di TPU Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang mengagetkan warga sekitar. Saat ini 3 tersangka sudah diamankan yakni Sobri (54), Irshad (45) dan Durat alias Bewok (49).

Namun demikian, pembongkaran makam ini menjadi aneh karena tidak semua ahli waris setuju. Rupanya ada ahli waris yang tidak diberitahu. “14 ahli waris ini menyuruh 3 tersangka untuk membongkar pemakaman. Dan ada ahli waris tidak tahu kalau makam itu dibongkar,” kata Murodih di Polsek Cihuni, Pagedangan, Tangerang, Banten, Senin (2/2).

Mengapa tiga pembongkar makam nekat melakukan aksinya? Berikut 5 misteri pembongkaran 82 makam seperti dilansir dari laman Merdeka.

Ada yang tidak setuju tetap dibongkar

Kapolsek Padegangan AKP Murodih membeberkan nama-nama yang menyuruh tiga tersangka untuk membongkar makam. “Ahli waris yang menyuruh pembongkaran makam itu ada 14. Ramli, Saripudin, Suprata, Taing, Juned, Roiyah, Mansur, Tahsir, Ajhari, Hasan, Masun, Juriah dan Suhendi,” ujar Murodih di Polsek Padegangan.

Sementara, ada lima nama yang tidak setuju pembongkaran makam tersebut yakni Saepudi, Arshad, Sabeni, Madyani dan Saeful. “Mereka yang tidak diberitahu pembongkaran jenazah dan merasa dirugikan,” katanya. Namun toh, pembongkaran makam tetap dilakukan.

Ahli waris mengaku dibayar

Warga Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan pembongkaran 82 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cihuni. Menurut pengakuan salah satu ahli waris Tafsir bin Ahmad (55), warga RT 003/002 desa Cihuni, pihaknya menyetujui apabila makam keluarga dibongkar dan dipindahkan.

“Memang saya sudah niat untuk membongkar itu makam lebih aman dan saya setuju kalau makam ini dipindahkan,” ujar Tafsir di Polsek Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Senin, (2/2).

Pria yang berprofesi sebagai pedagang kelapa itu menambahkan, alasan untuk memindahkan makam keluarganya karena ingin ada yang merawat. Dia mengaku tidak ada unsur paksaan dari pihak mana pun. Dia menyebut ada 12 makam keluarganya yang tidak pernah dirawat.

“Karena ingin rapi tempatnya. Yah saya memang pengen dipindahkan, enggak ada paksaan dan suruhan kok,” katanya.

“Saya diberi uang Rp 1,5 juta untuk satu makam oleh pihak perusahaan pengembang Summarecon. Makam keluarga saya ada 12 itu semua sudah dipindahkan. Saya diberi uang dan saya juga ngupah Rp 250 ribu untuk menggali 1 lubang makam,” ungkapnya. TPU itu berada di dekat perumahan Summarecon.

Polisi belum panggil pengembang perumahan

Terungkapnya pembongkarkan 82 makam di Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang menghebohkan warga. Namun, sampai saat ini pihak pengembang perumahan elite yang diduga sebagai penyuruh pelaku belum juga dimintai keterangan oleh polisi.

“Dari hasil pemeriksaan belum mengarah ke pengembang,” ujar Kapolsek Pagedangan AKP Murodih, Senin (3/2).

Menurut Murodih, pihaknya sudah memeriksa ketiga pelaku. Namun hasilnya, pelaku mengaku disuruh pemilik waris makam untuk memindahkannya. “Bukan seperti yang berkembang. Tapi pelaku mengaku disuruh ahli waris. Tetapi kami akan terus melakukan penyidikan,” katanya.

Murodih mengungkapkan pelaku akan terjerat pasal tentang pengrusakan. “Kami saat ini fokus pada pasal pengrusakan sesuai laporan warga,” ungkapnya.

Warga belum tahu dimana 69 jenazah lainnya

Sebanyak 82 makam di Desa Cihuni dibongkar oleh tiga orang karena lahannya akan dijadikan perumahan mewah. Dari 82 makam yang dibongkar, warga menemukan 13 jenazah di dekat kantor desa Cihuni.

“Kita baru menemukan 13 jenazah di kantor desa di Cihuni. Yang 69 kita belum tahu di mana letaknya. Lagi dicari polisi,” kata Ketua RT setempat Said kepada merdeka.com, Senin (3/2). Said membawahi RT tempat makam itu berada. Pertanyaannya, di manakah 69 jenazah atau kerangka jenazah lain yang dibongkar. Dimanakah tiga tersangka menyimpan jenazah itu.

Tiga pelaku pembongkar mayat dikenal berprofesi sebagai tukang gali makam di TPU Desa Cihuni.

Dibongkar 3 orang dalam 3 hari

Sebanyak 82 makam di Kampung Cigaten, Desa Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang dibongkar oleh tiga orang. Makam itu dibongkar tanpa izin karena akan dijadikan lahan perumahan.

Dari pantauan merdeka.com, makam tersebut hingga kini diberi garis kuning oleh Polsek Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Belasan makam sebagian ada yang tidak dibongkar. Hingga pukul 15.00 WIB, banyak warga ingin melihat makam tersebut.

“Ini ketahuan pembongkaran makam sudah 3 hari yang lalu,” ujar warga Cihuni, Bahari di lokasi, Senin, (3/2). Pembongkaran dilakukan oleh tiga tersangka yaitu Sobri, Irshad, dan Durat. Mereka melakukannya sangat cepat dalam tiga hari memindahkan 82 jenazah. Itu artinya, setiap orang memindahkan 27 mayat per hari. Setiap harinya, satu orang memindahkan 9 mayat. Aksi ini baru diketahui pada hari ketiga.

loading...

Bacaan Terkait: