Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Menguak Misteri Yoga dan Kanker Payudara

Kategori Dunia: Kesehatan

Powered by: id.neuvoo.com

Misteri Yoga dan Kanker Payudara. Yoga ternyata tak sekadar mengatasi rasa lelah, tapi juga membuat kualitas hidup lebih baik. Manfaat tersebut, terutama dirasakan penderita kanker payudara dan sedang menjalani terapi radiasi. Begitu hasil penelitian para ahli dari University of Texas MD Anderson Cancer Center.

Penemuan awal telah dilaporkan pada 2011 oleh Lorenzo Cohen, Ph.D., professor dan direktur Integrative Medicine Program di MD Anderson, dan kini dipublikasikan dalam Journal of Clinical Oncology yang dirilis Eurekalert 4 maret 2014. (Baca juga : Yoga untuk Memperbaiki Postus Tubuh

Penelitian ini merupakan bagian dari upaya untuk memvalidasi intervensi mind-body secara ilmiah pada pasien kanker dan dilakukan bekerja sama dengan lembaga penelitian yoga terbesar di India, Swami Vivekananda Yoga Anusandhana Samsthana di Bangalore, India.

Penelitian ini juga menilai, untuk pertama kalinya, manfaat yoga pada pasien kanker dengan membandingkan pengalaman mereka dengan pasien dalam kelompok kontrol aktif lainnya.

“Menggabungkan latihan mind-body yang merupakan bagian dari yoga, jelas berpotensi besar membantu pasien mengelola kesulitan psikososial dan fisik terkait pengobatan dan kehidupan setelah kanker. Keuntungannya jauh di luar dari sekadar peregangan,” kata Cohen.

Penelitian ini melibatkan 191 wanita dengan kanker payudara (stadium 0-3). Mereka dibagi secara acak ke dalam tiga grup. Grup 1 menjalankan yoga, grup 2 melakukan streching ringan, dan grup ke 3 tanpa perintah yoga maupun stretching.

Partisipan dalam kelompok yoga dan streching menghadiri sesi khusus terapi radiase sekitar 1 jam, 3 hari dalam seminggu selama 6 minggu. Partisipan kemudian diminta melaporkan kualitas hidup, termasuk kadar kelelahan dan depresi, aktivitas sehari-hari, dan kemampuan untuk mengartikan pengalaman sakit yang dialami. Sampel air liur dikumpulkan dan tes elektrokardiogram diberikan pada saat awal, akhir penelitian dan pada satu, tiga dan enam bulan paska perawatan.

Wanita yang menjalankan yoga, kadar kortisolnya menurun tajam selama penelitian. Ini mengindikasikan bahwa yoga memiliki kemampuan untuk membantu mengatur kadar hormon stres tersebut. Kondisi ini sangat penting karena tingkat hormon stres yang lebih tinggi sepanjang hari (blunted circadian cortisol rhythm), dikaitkan dengan kondisi yang buruk pada kanker payudara.

Setelah menyelesaikan sesi terapi radiasi, hanya di kelompok 1 dan 2 yang melaporkan adanya pengurangan rasa lelah. Pada satu, tiga dan enam bulan setelah sesi radiasi, para wanita di grup 1 (yoga) selama periode perawatan tersebut dilaporkan mengalami kondisi lebih baik terkait fungsi fisik dan kesehatan secara umum. Mereka juga lebih bisa memaknai hidup dengan pengalaman kankernya dibanding grup lainnya.

Disebutkan Cohen juga, bahwa penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan latihan yoga juga bisa membantu pasien setelah perawatan kanker. Peralihan dari perawatan secara aktif ke dalam kehidupan sehari-hari bisa membuat stres. Ini karena si pasien tidak lagi mendapat perhatian serta perawatan dalam porsi yang sama seperti saat masih dirawat secara penuh. Mengajarkan pasien teknik mind-body seperti yoga sebagai keterampilan mengatasi masalah bisa membuat masa transisi menjadi lebih mudah. Begitu disebutkan Cohen.

loading...

Bacaan Terkait: