Mitos dan Fakta Mencukur Rambut Kemaluan | Dunia Baca dot Com

You are here:

Mitos dan Fakta Mencukur Rambut Kemaluan

Capai Sukses  

Mitos dan Fakta Mencukur Jembut – Rambut Kemaluan. Rambut Kemalulan atau sering juga disebut Jembut atau rambut jembut merupakan rambut yang tumbuh didaerah kemaluan pria dan wanita. Biasanya, jembut atau rambut kemaluan baru tumbuh ketika anak menginjak masa puber.

Mencukur rambut kemaluan atau jembut, baik jembut vagina maupun rambut kemaluan pria, tentunya akan mengingatkan kita kembali pada masa anak-anak, jika baru pertama mencukurnya, tentu terasa lucu. :D :D :D

Ada banyak teori yang mengatakan apa sesungguhnya fungsi rambut kemaluan pada manusia. Salah satunya, untuk merangsang pasangan secara seksual melalui feromon.

Pesan Sponsor

Cara kerja feromon ini memang tidak jelas karena tidak dapat dirasakan dengan sadar. Teori lainnya mengatakan, rambut kemaluan dipercaya dapat menghangatkan alat kelamin, mencegah kotoran masuk ke dalam vagina (bagi perempuan), melindungi kulit terhadap gesekan tubuh, juga memberikan perlindungan iritasi saat berhubungan seksual.

Karena fungsinya untuk melindungi kulit, ada yang menganjurkan agar kita tidak mencabut atau mencukur rambut kemaluan. Salah satu penyebabnya adalah karena bisa menimbulkan lubang kecil (luka iritasi) pada kulit. Lubang atau luka kecil ini akan menjadi pintu masuk kuman atau jamur. Terutama pada perempuan dengan kondisi vagina yang mudah sekali lembab. Kondisi ini pula yang nantinya bisa menyebabkan infeksi di kulit daerah intim Anda.

Tak sedikit juga yang percaya bahwa semakin sering mencukur rambut kemaluan, maka pubic hair akan tumbuh lebih cepat, lebih tebal, dan warnanya menjadi lebih gelap. Padahal mitos ini keliru. Pasalnya, mencukur pubic hair tidak memengaruhi pertumbuhan rambut. Yang berbeda hanya kondisi bentuk ujung rambutnya saja karena ujungnya yang lebih tipis tadi sudah dicukur. Faktanya, rambut kemaluan yang tumbuh kembali akan kembali tumbuh persis seperti keadaan sebelumnya.

Mitos lain menyebutkan mencukur rambut kemaluan, membuat area vagina gatal dan benjol. Padahal, bercukur justru membantu kulit terlihat dan terasa halus dengan menghapus lapisan atas sel-sel kulit mati.

Jangan menelan mentah-mentah pula mitos yang mengatakan mencukur pubic hair akan membuatnya tumbuh ke dalam dan menimbulkan semacam bintil merah mirip jerawat. Kalaupun ini terjadi, biasanya diakibatkan cara mencukur yang salah. Hindari dengan menempelkan handuk hangat pada vagina sebelum bercukur.

Sumber : PeSSek.com

Posted by         0 Responses
   

Tidak ingin ketinggalan Informasi?

Setiap ada artikel baru, langsung di informasikan ke emal. Daftarkan E-mail Anda sekarang juga. GRATIS...!!!

*Agar tidak masuk spam, tambahkan e-mail eternyata [et] gmail [dot] com di address book email Anda.

 

No Comment to “Mitos dan Fakta Mencukur Rambut Kemaluan”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...
NOTE:
* Komentar yang menyertakan NOMOR HP, akan dihapus oleh Admin.

Sep
12
2012
 

Kategori Bacaan