Pengaruh Terapi Religius Doa Kesembuhan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Preoperasi  | Dunia Baca dot Com

You are here:

Pengaruh Terapi Religius Doa Kesembuhan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Preoperasi

Capai Sukses  

Referensi Skripsi Keperawatan – Anda Kuliah Keperawatan Kebidanan? Dan saat ini bingung mencari referensi skripsi tentang keperawatan? Atau mungkin masih bingung memilih judul skripsinya? Berikut ini duniabca.com berbagi contoh skripsi keperawan yang berjudul terapi religius doa kesembuhan terhadap penurunan kecematan pasien preoperasi. Jika anda merasa cocok dengan judul skripsi tersebut, atau anda memang sedang mencari artikel tersebut, silakan simak sampai akhir latar belakang skripsi keperawatan ini sebagai bahan referensi Anda.

Tindakan pembedahan akan mengakibatkan reaksi psikologis yaitu kecemasan. Sekitar 80% dari pasien yang akan menjalani pembedahan melaporkan mengalami kecemasan. Kecemasan ini jika tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan peningkatan rate, kontraksi jantung, dilatasi pupil, penurunan mortalitas gastrointestine tract hingga terjadi glikogenolisis dan glukoneogenesis di hapar.

Tindakan pembedahan merupakan ancaman potensial maupun actual pada integritas seseorang yang dapat membangkitkan reaksi stress fisiologis maupun psikologis, dan merupakan pengalaman yang sulit bagi hampir semua pasien. Berbagai kemungkinan buruk bisa terjadi yang akan membahayakan bagi pasien. Maka tidak heran jika sering kali pasien dan keluarga menunjukan sikap yang berlebihan dengan kecemasan yang dialami (1,2). Ada berbagai alasan yang dapat menyebabkan ketakutan atau kecemasan pasien dalam menghadapi tindakan pembedahan antara lain yaitu takut nyeri setelah pembedahan, takut terjadi perubahan fisik (menjadi buruk rupa dan tidak berfungsi normal), takut keganasan (bila diagnosa yang ditegakan belum pasti), takut atau cemas mengalami kondisi yang sama dengan orang lain yang mempunyai penyakit yang sama, takut menghadapi ruang operasi, peralatan bedah dan petugas, takut mati saat dilakukan anestesi, dan takut operasi akan gagal (3,4).

Pesan Sponsor

Kecemasan sangat berkaitan dengan perasaan yang tidak pasti dan tidak berdaya. Keadaan emosi tidak memiliki obyek yang spesifik. Kondisi dialami secara subyektif dengan rasa takut, yang merupakan penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya. Kecemasan merupakan respon emosional terhadap penilaian tersebut (5). Respon psikologi karena pembedahan dapat berkisar dari cemas ringan, sedang, berat, sampai panic tergantung dari masing-masing individu. Faktor-faktor yang mempengaruhi respon fisiologi dan psikologi sepanjang pengalaman pembedahan antara lain adalah usia, status fisik, dan mental, tingkat keparahan penyakit, besar kecilnya operasi, sumber sosial ekonomi serta ketidaksiapan fisik dan psikologi dari pasien untuk menjalani operasi (6,7).

Kecemasan yang berat akan mempengaruhi hipotalamus dan menimbulkan dua mekanisme yang berbeda. Impuls pertama didukung oleh sistem saraf simpatis yang akan mempengaruhi medula adrenal dalam memproduksi epinephrin dan nor epinephrin. Dalam keadaan normal, kedua substansi ini akan memberikan sirkulasi darah yang adekuat sehingga keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga, suhu tubuh stabil sehingga energi terpenuhi. Tetapi jika produksinya patologis akan meningkatkan rate dan kontraksi jantung, dilatasi pupil, penurunan motilitas GI tract hingga terjadi glikogenolisis dan gluko-neogenesis di hepar. Sedangkan mekanisme kedua akan mempengaruhi kelenjar hipofise anterior sehingga merangsang produksi hormon adrenokortikosteroid yaitu aldosteron dan glukokortikoid.

Aldosteron berperan dalam mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, reabsorbsi air dan natrium. Glukokortikoid menyediakan energi pada kondisi emergensi dan penyembuhan jaringan. Kecemasan dapat timbul karena kesiapan psikologis terhadap pembedahan belum terjadi. Perawat sebagai tenaga kesehatan di rumah sakit memiliki peran yang sangat penting dalam membantu pasien mengatasi kecemasannya sehingga perlu adanya pelayanan keperawatan yang berkualitas termasuk didalamnya metode terapi religius doa kesembuhan untuk mengurangi atau menghilangkan tingkat kecemasan. Doa adalah pernyataan segala hal keinginan kita kepada Tuhan (surat Filipi 4:6), doa merupakan autosugesti yang dapat mendorong seorang berbuat sesuai dengan yang didoakan dan bila dipanjatkan dengan sungguh-sungguh berpengaruh pada perubahan jiwa dan badan.

Doa kesembuhan adalah pernyataan sikap ketika berbicara kepada Tuhan dengan bersuara ataupun mengucapkannya dalam hati meminta kesembuhan. Ketika berdoa akan menimbulkan rasa percaya diri, rasa optimisme (harapan kesembuhan), mendatangkan ketenangan, damai, dan merasakan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa sehingga mengakibatkan rangsangan ke hipotalamus untuk menurunkan produksi CRF (Cortictropin Releasing Factor) . CRF ini selanjutnya akan merangsang kelenjar pituitary anterior untuk menurunkan produksi ACTH (Adreno Cortico Tropin Hormon).

Hormon ini yang akan merangsang kortek adrenal untuk menurunkan sekresi
kortisol. Kortisol ini yang akan menekan sistem imun tubuh sehingga
mengurangi tingkat kecemasan (10).

Posted by         0 Responses
   

Tidak ingin ketinggalan Informasi?

Setiap ada artikel baru, langsung di informasikan ke emal. Daftarkan E-mail Anda sekarang juga. GRATIS...!!!

*Agar tidak masuk spam, tambahkan e-mail eternyata [et] gmail [dot] com di address book email Anda.

 

No Comment to “Pengaruh Terapi Religius Doa Kesembuhan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Preoperasi”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...
NOTE:
* Komentar yang menyertakan NOMOR HP, akan dihapus oleh Admin.

Feb
28
2011
 

Kategori Bacaan
online pharmacy viagra #@] order zithromax
online pharmacy generic levitra