Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Penyebab Wanita Hamil Sering Beser

Kategori Dunia: Kehamilan

Powered by: id.neuvoo.com

Penyebab Wanita Hamil Sering Beser. Saat hamil, tidak sedikit calon ibu yang kesulitan mengontrol kandung kemihnya. Ada yang sebentar-sebentar ingin buang air kecil alias beser, ada pula yang tidak kuat menahan hingga akhirnya mengompol saat bersin, batuk atau bahkan tertawa.

Beser dan inkontinensia (tidak bisa menahan hasrat buang air kecil) sering dialami wanita yang sedang hamil.

Kontrol kandung kemih yang buruk adalah hasil dari tekanan pada kandung kemih selama kehamilan, yang membuat tempat penyimpanan urine menjadi lebih kecil dan semakin sulit untuk menghentikan alirannya, yang berakibat beser atau bahkan mengompol.

Kandung kemih terlalu aktif adalah salah satu alasan utama di balik inkontinensia urine selama kehamilan. Dengan demikian, perempuan perlu buang air kecil lebih dari biasanya karena kandung kemih kejang tak terkendali.

Proses persalinan pun dapat melemahkan otot-otot dasar panggul, yang pada gilirannya membuat kandung kemih menjadi lebih aktif. Melahirkan dapat berkontribusi untuk masalah kandung kemih, jika:

  • Ada kerusakan pada saraf yang mengendalikan kandung kemih
  • Uretra dan kandung kemih bergeser selama kehamilan
  • Karena episiotomi, yakni prosedur bedah yang memungkinkan janin untuk keluar lebih mudah.

Jika Anda mengalami beser, inkontinensia urine dan masalah kandung kemih lainnya selama kehamilan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, seperti dilansir Onlymyhealth.

  1. Mempraktikkan latihan kegel setiap hari. Para ahli kesehatan merekomendasikan tiga set latihan masing-masing 15 gerakan dalam sehari.
  2. Aktivitas fisik adalah suatu keharusan. Tanyakan kepada dokter Anda tentang bagaimana harus melakukan olahraga selama kehamilan. Manajemen berat badan dapat mengambil tekanan dari kandung kemih selama kehamilan.
  3. Anda dapat menyilangkan kaki ketika merasa perlu untuk batuk atau bersin guna mencegah kebocoran urine atau ngompol. Hal yang sama harus dilakukan bila Anda akan mengangkat sesuatu yang berat.
  4. Metode perilaku seperti berkemih pada waktunya dan pelatihan kandung kemih membantu mengobati inkontinensia selama dan setelah kehamilan.
  5. Buatlah kebiasaan untuk minum setidaknya delapan gelas cairan setiap hari. Jika Anda mengurangi air untuk mengontrol kencing, itu hanya membuat Anda rentan terhadap infeksi saluran kemih dan dehidrasi.
  6. Hindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih dan membuatnya sulit untuk mengontrol kebocoran kemih, seperti kopi, minuman ringan dan alkohol.
  7. Anda dapat menggunakan pembalut yang menyerap bocor urine.

loading...

Bacaan Terkait: