Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Prostitusi Terselubung Bermotor Marak di Semarang (Gadis Kinjeng Semarang)

Kategori Dunia: Nasional

Powered by: id.neuvoo.com

Gadis Kinjeng Semarang – Prostitusi Terselubung Bermotor. Wilayah Kota Semarang, sebagai ibu kota provinsi Jawa Tengah menjanjikan berbagai hiburan dan wisata malam mulai dari cafe, bar, lounge sampai diskotik.

Tak terkecuali rumah bordil maupun prostitusi tersedia di kota yang dikenal sebagai Kota Lumpia maupun kota Wingko Babat ini.

Meski sudah tersedia dan terbuka lebar dua tempat prostitusi di ujung sebelah barat kota ini, wisata seks malam prostitusi terselubung gadis bermotor atau kerap disebut ‘gadis kinjeng’ (gadis capung) ini masih kerap terjadi di jalanan.

Gadis Kinjeng ini tetap beredar meski sudah ada dua lokalisasi di Semarang di antaranya Kompleks Prostitusi Sunan Kuning sering disebut SK yang ada di Kawasan Argorejo. Kemudian tempat prostitusi kedua di Kompleks Prostitusi Gambirlangu atau dikenal GBL yang merupakan perbatasan antara Kota Semarang dan Kabupaten Kendal.

Prostitusi terselubung dengan kedok gadis bermotor ini kerap dijumpai di beberapa kawasan protokol Kota Semarang, di antaranya di kawasan Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pandanaran dan sejumlah tempat lainya.

Dari pantauan merdeka.com, Sabtu (22/3) malam hingga dini hari, kawasan yang paling marak ada di Kawasan Jalan Imam Bonjol. Kawasan ini dekat dengan Stasiun Poncol, merupakan stasiun milik PT KAI yang menyediakan layanan jasa angkutan kereta api kelas ekonomi.

Belasan, bahkan puluhan gadis penjaja seks yang dulu biasa mangkal di pinggir jalan dengan hanya berdiri kemudian dihampiri laki-laki hidung belang kini berubah jadi menjadi gadis penjaja seks bermotor. Mereka dengan tanpa ragu dan malu sambil memarkirkan motornya di pinggir jalan menunggu pria nakal menghampirinya. Di kawasan Poncol ini puluhan PSK nangkring di atas motor menunggu pelanggannya untuk check in bersama di beberapa hotel kelas melati di sepanjang jalan Imam Bonjol itu.

“Selain faktor kelas dan harga mereka yang agak berubah naik, faktor keamanan juga mereka pikirkan. Jikalau sewaktu-waktu ada operasi pekat, mereka dengan sigap bisa melarikan diri dengan bermotor,” ungkap Budi, salah seorang penikmat gadis bermotor saat ditemui merdeka.com di sebuah warung di Jl Imam Bonjol, Kota Semarang, Jawa Tengah Sabtu (22/3) dini hari.

Kalau tidak tahu, maka warga bisa menganggap mereka gadis biasa yang hanya lewat berkendara. Namun, jangan salah saat memarkirkan motornya mereka dengan canda dan tawa menebar senyum berbaju seksi, menjerat para hidung belang yang lalu lalang melintas di jalan raya itu.

Lain lagi dengan gadis bermotor yang berada di kawasan Jalan Pandanaran Kota Semarang. Tepatnya, di kawasan sekitar minimarket yang ada di dekat Kawasan Obyek Wisata Lawang Sewu dan Tugu Muda yang menuju ke arah Lapangan Pancasila Simpang Lima yang merupakan pusat kota Semarang.

Di kawasan ini, para gadis bermotor tidak secara langsung menjajakan dirinya. Mereka menggunakan jasa pelayanan seorang perempuan mucikari yang setiap pukul 23.00 WIB ke atas nongkrong di depan mini market tersebut.

Melalui mucikari itulah gadis PSK bermotor itu bertransaksi, kemudian jika deal harga yang disepakati maka gadis bermotor akan datang sambil mengendarai motornya setelah sang mucikari menghubungi lewat telepon. Hanya saja, tarif gadis bermotor di kawasan Jl Pandanaran Semarang ini, dua kali lipat lebih mahal dari di Kawasan sekitar Stasiun Poncol atau Imam Bonjol.

“Tarifnya lebih mahal, tapi kualitas dan penampilan gadis bermotornya lebih seksi dan cantik yang ada di kawasan Poncol. Hotelnya pun sudah satu paket dengan tarif gadisnya yang merupakan hotel berbintang,” ungkap P, seorang warga yang pernah memakai jasa gadis bermotor di Kawasan Jalan Pandaran, sekitar Tugu Muda dan Lawang Sewu Kota Semarang ini.

loading...

Bacaan Terkait: