Menu

Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar

Kategori Dunia: Dunia Puisi

Puisi Perjuangan Chairil Anwar “Diponegoro”. Meskipun karya-karyanya sudah terbilang sangat lama sekali, namun Puisi karya Chairil Anwar masih banyak dipelajari oleh masyarakat kita di era modern ini.

Banyak puisi karya beliau yang sangat fenomenal, mulai dari Puisi Doa, Puisi Cinta maupun Puisi Perjuangan seperti Puisi Karawang Bekasi dan/atau Puisi Diponegoro.

Dalam Puisi Diponegoro, seorang Chairil Anwar menggambarkan perjuangan Diponegoro dalam medan perang, berjuang demi tanah air dan kemerdekaan. Beliau tak gentar meskipun musuh jauh lebih banyak.

Puisi perjuangan charil anwar hingga sampai saat ini masih tetap menjadi motivasi bagi kita semua para penerus bangsa. Berikut adalah bunyi bait-bait Puisi Perjuangan Chairil Anwar yang berjudul Diponegoro

Puisi Perjuangan Chairil Anwar “Diponegoro “

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954

Lewat puisi diatas, Chairil Anwar Menghimbau pada generasi muda untuk menghayati lagi semangat perjuangan para pahlawan (dalam hal ini: Diponegoro) dan menerapkannya di era pembangunan dan teknologi sekarang ini.

Untuk itu, sebagai generasi penerus bangsa marilah kita untuk selalu semangat memperjuangkan bangsa dan negara tercinta ini. Semoga kita dapat memetik makna puisi diponegoro karya chairil anwar.

Apabila Anda mengetahui makna yang lebih luas tentang puisi diponegoro yang merupakan puisi perjuangan karya chairil anwar, silakan Anda dapat berbagi lewat kolom komentar dibawah.

Bacaan Terpopuler