Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Sadis! Demi Bunuh Pemerkosa Putrinya, Seorang Ayah Di Bekasi Ciptakan BOM

Kategori Dunia: Nasional

Sadis! Demi Bunuh Pemerkosa Putrinya, Seorang Ayah Di Bekasi Ciptakan BOM. Setelah bom berhasil dirakit, pada Sabtu 21 Februari 2015, dengan ditemani teman wanitanya bernama C Via Triwi, Eko memacu mobil Daihatsu Terios berwarna putih dengan nomor polisi B 1080 FKN menuju bengkel las ‘Barokah’ milik Cece di Kampung Asem, Mustika Jaya, Bantar Gebang, Bekasi.

Setiba di lokasi, Eko pun meminta seorang tukang parkir bernama Tasrif untuk memberikan bom yang sudah dikemas dalam bentuk kado itu kepada Cece.

Kepada Tasrif, Eko beralasan, tidak menemukan rumah Cece dan menitipkan bom kado dengan imbalan Rp 50ribu.

Niat dan upaya Eko ternyata tak semulus yang dibayangkannya, karena ternyata bom kado diserahkan Tasrif kepada anak Cece bernama Anton.

“Anton melihat ada rangkaian kabel, dia langsung bawa ke Pos Polisi Mustikajaya,” kata Unggung.

Bom kado buatan Eko gagal membalaskan dendam putrinya kepada Cece, bom itu diurai Tim Gegana dan Densus 88 pun melakukan perburuan terhadap Eko.

Karena dirundung rasa takut usai gagal membalaskan dendam putrinya, Eko pun menyerahkan diri ke Polrestro Bekasi.

Dari situlah semua terungkap, dan Eko meminta polisi mau membantu Eko untuk membayar tunai sakit hati putrinya dengan mengusut tuntas dugaan pemerkosaan yang dilakukan Cece kepada putri Eko.

“Kita akan menindaklanjuti apa yang disampaikan Eko. Cece sudah kita amankan untuk diproses sesuai dengan kasus yang didugakan kepadanya,” ujar Unggung.

Sebagai ayah dari putrinya, Eko adalah ayah yang baik. Namun, bagi masyarakat Indonesia, perbuatan Eko telah menciptakan keresahan tersendiri.

Kini Eko harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi Polrestro Bekasi Kota. Dia dan Via Triwi dijerat dengan pasal 6 UU Nomor 15/2003 tentang Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup atau penjara paling lama 20 tahun dan paling singkat 4 tahun.

“Semua demi kebahagian putri saya, saya rela melakukan apapun,” kata Eko singkat sebelum polisi membawanya ke dalam sel tahanan yang telah disiapkan.

loading...

Bacaan Terkait: