Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Sejarah Asal Usul Asmara Subuh di Bulan Ramadan

Kategori Dunia: Asal Usul

Asal Usul Sejarah Istilah Asmara Subuh di Bulan Ramadhan. Sudah menjadi tradisi, sehabis salat Subuh di bulan Ramadan puluhan remaja di berbagai daerah termasuk Ibu Kota Jakarta mengambil kesempatan untuk jalan-jalan bersama teman wanita atau pria.

Kegiatan itu biasa disebut dengan asmara Subuh. Pakar sejarah UIN Jakarta, Muhammad Arif mengatakan tradisi ini bermula dari para remaja yang bermaksud mencari kearifan dari alam namun semakin mengikuti zaman tradisi itu kerap mengarah negatif. Sebab, saat ini banyak faktor negatif yang mempengaruhi asmara subuh ini.

“Secara empiris, agak masif ya karena kegiatan ini ikut dicampuri dengan geng motor, itu yang membuat asmara subuh dikenal negatif,” ujar Arif, sebagaimana Dunia Baca dot Com lansir dari laman Merdeka

--

Menurut Arif, asal muasal tradisi ini ada dan berkembang di beberapa tempat lantaran para remaja tersebut ingin menemukan jati diri atau karakter mereka. Semisal dengan mencari teman, berkumpul dengan teman lainnya sehingga membentuk proses individualisasi mereka.

“Faktor psikologis lah yang mempengaruhi mereka, namanya remaja ingin tahu segala hal. Biasanya mereka ini mulai dari SMP hingga SMA. Sehingga perkumpulan mereka ini menjadi daya tarik bagi temannya juga, makalah berkembang fenomena ini,” jelas dia.

Dia mengimbau, semua pihak dapat turut andil dalam menentukan arah jati diri para remaja ini. Jangan sampai asmara subuh menjadi tempat bagi remaja menuju kesesatan. “Baik dari keluarga, sekolah dan masyarakat harus berperan aktif dan mempunyai kesadaran kolektif secara bersinergi agar nantinya remaja tersebut dapat diarahkan,” ungkapnya.

Di sisi lain, faktor pendidikan juga amat penting. Arif menyarankan untuk menggunakan konsep revitalisasi pusat pendidikan. Di mana melalui konsep ini, para remaja di intensifikasi secara maksimal. “Dengan acara seminar, itu juga salah satu contohnya sehingga dapat mengkaji asmara subuh ini baik secara unformal, formal dan sekitar,” ujar dia.

loading...

Bacaan Terkait: