Sejarah dan Biografi Raja George VI, si Raja Inggris Yang Gagap  | Dunia Baca dot Com

You are here:

Sejarah dan Biografi Raja George VI, si Raja Inggris Yang Gagap

Capai Sukses  

Biografi raja George VI – Sebelumnya duniabaca.com mengucapkan terima kasih kepada para pembaca yang telah memberikan kritik dan saran untuk blog Perpustakaan Online Blogger Indonesia ini. Dan dari berbagai saran yang masuk, ada salah satu pembaca yang meminta agar duniabaca.com meng-share sejarah raja-raja di dunia, biografi raja dunia. Dimana saran tersebut kami terima dengan baik. Dan pada kesempatan ini, kami mencoba untuk memenuhi keinginan para pembaca setia yang ingin mempelajari dunia sejarah kehidupan para raja di dunia, dimana salah satu diantaranya yang akan kita pelajari adalah Biografi George VI Raja Inggris, sejarah raja george VI si Raja Inggris Yang Gagap. Dan inilah Kisah atau Sejarah Raja George VI.

Albert Frederick Arthur George (yang kemudian dikenal sebagai Raja George VI) lahir pada tanggal 14 Desember 1895 di York Cottage. Ayahnya, George V, merupakan Raja Inggris pada tahun 1910-1936. Albert (dipanggil “Bertie” dalam keluarga) merupakan pewaris takhta kedua setelah kakak laki-lakinya, Edward.

Sebagai anak kedua Raja George V , Bertie tidak diharapkan untuk mewarisi takhta dan menghabiskan awal kehidupan di bawah bayang-bayang kakaknya, Edward. Dia bertugas di Royal Navy selama Perang Dunia I. Pada 26 April 1923 Bertie menikahi Elizabeth Bowes-Lyon yang juga merupakan keturunan bangsawan. Elizabeth sempat menolak lamaran Bertie sebanyak 2 kali, karena tidak ingin terikat oleh peraturan-peraturan kerajaan. Namun pada akhirnya mereka menikah dan mempunyai dua anak, Elizabeth dan Margaret.

Pesan Sponsor

Sejak umur 5 tahun, Bertie telah menderita gagap. Karena gagapnya itu, Bertie menjadi takut berbicara di depan umum. Terlebih sebagai pangeran ia mulai mengambil tugas kerajaan dan diharuskan berpidato kepada publik. Setelah pidato penutupannya pada British Empire Exhibition di Wembley pada tanggal 31 Oktober 1925, yang menjadi cobaan bagi dia dan pendengar (ini yang jadi adegan pembuka di film The King’s Speech), Bertie mulai bertemu dengan Lionel Logue , seorang terapis bicara kelahiran Australia. Logue cukup berpengalaman dan memiliki metode luar biasa dalam merawat pasiennya. Ia menganggap Bertie sebagai teman dalam terapi-terapinya. Sebagai hasil dari pelatihannya, Bertie berhasil menyampaikan pembukaan di Parlemen Federal Australia di Canberra tahun 1927, dan dia mampu berbicara dengan sedikit terbata-bata.

Pada tanggal 20 Januari 1936, Raja George V meninggal karena sakitnya, dan Pangeran Edward naik tahta sebagai Edward VIII. Perihal naiknya Edward sebagai Raja sebenarnya telah lama dikhawatirkan oleh Perdana Menteri Baldwin, Raja George V, dan mereka yang dekat dengan sang pangeran. Pasalnya Edward dikenal suka main perempuan dan kasus perilaku sembrono lainnya selama tahun 1920 dan 1930-an. Apalagi Edward diketahui sedang menjalin hubungan dengan Wallis Simpson, seorang janda yang telah menikah dua kali. Edward pun telah diingatkan oleh Perdana Menteri Stanley Baldwin bahwa ia tidak bisa tetap menjadi Raja dan menikahi janda dengan dua mantan suami yang masih hidup.

Akhirnya karena cintanya dan keinginannya untuk menikahi Wallis, Raja Edward VIII turun dari takhta secara sukarela setelah memimpin kurang dari setahun (20 Januari 1936 – 11 Desember 1936). Dalam pidato pengunduran dirinya lewat radio, ia mengatakan bahwa ia tidak bisa melakukan tugas-tugasnya sebagai Raja tanpa didampingi wanita yang dicintainya (ini saya dengar dari filmnya). Karena Edward belum menikah dan tidak memiliki anak, maka Bertie sebagai adik merupakan pewaris takhta yang pertama.

Bertie pun resmi menjadi Raja George VI, dan dinobatkan pada tanggal 12 Mei 1937. Kemungkinan meningkatnya perang di Eropa mendominasi awal pemerintahan George VI. Akhirnya pada tahun 1939, Inggris menyatakan perang terhadap Nazi Jerman dan ikut dalam Perang Dunia II. George VI diharuskan menyampaikan pidato deklarasi keterlibatan Inggris dalam perang pada 3 September 1939. Pidato tersebut disiarkan melalui radio ke seluruh negeri. Selama siaran berlangsung, sang terapis Lionel Logue berada dalam ruangan mendampingi Raja. Pidato selama hampir 6 menit tersebut dilakukan oleh baik oleh Bertie, dan mendapatkan sambutan hangat dari rakyat dan anggota Kerajaan. Sejak saat itu, Raja dan Ratu sering memberikan dukungan berupa pidato dan kunjungan-kunjungan ke seluruh negeri, dan menjadi simbol perlawanan nasional pada saat itu.

Sejak saat itu Logue menjadi orang dekat Bertie, dimana Logue selalu menemani Raja dalam setiap pidatonya. Keduanya tetap berteman sampai kematian Raja. Raja secara pribadi mengakui persahabatan mereka dan rasa terimakasih yang besar kepada Logue.

Stress karena perang telah membuat kesehatan Raja menurun, diperburuk oleh kebiasaannya merokok dan pengembangan selanjutnya dari kanker paru-paru dan penyakit-penyakit lain. Pada masa itu putrinya Elizabeth mulai mengambil tugas-tugas kerajaan seiring dengan kesehatan Raja yang semakin memburuk. Pada tanggal 6 Februari, setelah memerintah selama hampir 16 tahun, George VI meninggal karena trombosis koroner dalam tidurnya di Sandringham House di Norfolk, pada usia 56 tahun. Putrinya Elizabeth terbang kembali ke Inggris dari Kenya (dalam rangka tur ke Australia via Kenya) sebagai Ratu Elizabeth II.

Sumber : Kaskus

Posted by         0 Responses
   

Tidak ingin ketinggalan Informasi?

Setiap ada artikel baru, langsung di informasikan ke emal. Daftarkan E-mail Anda sekarang juga. GRATIS...!!!

*Agar tidak masuk spam, tambahkan e-mail eternyata [et] gmail [dot] com di address book email Anda.

 

No Comment to “Sejarah dan Biografi Raja George VI, si Raja Inggris Yang Gagap”

  1. No Comment yet. Be the first to comment...
NOTE:
* Komentar yang menyertakan NOMOR HP, akan dihapus oleh Admin.

Jun
10
2011
 

Kategori Bacaan
online pharmacy viagra #@] order zithromax
online pharmacy generic levitra