Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Terbongkar, Prostitusi Online di Apartemen Panoramic Bandung

Kategori Dunia: Nasional
[neuvoo_jobroll co=id lo=Jakarta kw=Marketing size=20]

Prostitusi Kelas Apartemen Mewah di Bandung Terbongkar. Bisnis prostitusi memang menjadi lahan basah bagi para muncikari. Setiap harinya mereka bisa mengantongi pundi-pundi rupiah hingga puluhan juta dari para anak buah atau pekerja seks komersial (PSK). Namun, bisnis ini pun menjadi sasaran razia aparat kepolisian. Terbukti dengan beberapa kasus yang pernah terungkap dari bisnis lendir tersebut.

Seperti yang terjadi di Bandung Selasa (2/3) lalu. Polisi berhasil membongkar prostitusi di Kota Kembang tersebut. Dari penggerebekan itu diamankan dua tersangka beserta lima korban yang selama ini dijadikan budak seks. Berikut ulasan lengkap polisi membongkar pelacuran di Bandung, seperti dilansir dari laman Merdeka.

Prostitusi dilakukan di apartemen mewah Panoramic

Jajaran kepolisian di Bandung membongkar praktik prostitusi online di wilayah Kecamatan Arcamanik, Jalan Soekarno Hatta (bypass) Kota Bandung. Dua tersangka beserta lima korban yang selama ini dijadikan budak seks turut diamankan aparat kepolisian. Terungkapnya bisnis esek-esek ini diawali dari laporan masyarakat yang resah atas dugaan adanya praktik prostitusi di kamar apartemen yang ada di lantai 10. Proses lidik langsung dilakukan hingga akhirnya polisi melakukan penggerebekan pada Selasa (1/3).

[neuvoo_jobroll]

“Kami amankan mereka yang sedang berada di lantai 10, dengan dua tersangka dan lima PSK yang menjadi korban,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol AR Yoyol, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (2/3).

Dua muncikari inisial S (23) dan AR (19) ini dalam menjalankan aksinya mencari pria hidung belang via media sosial. Usai masuk dalam jaringan grup WhatsApp kemudian muncikari menawarkan perempuan seksi beserta harga yang ditawarkan.

“Di grup tersebut muncikari menawarkan via grup yang sudah dapat mengakses,” terangnya.

Usai ada kesepakatan, muncikari dan pria hidung belang berlanjut ke apartemen mewah berinisial P. Kepolisian saat ini masih memeriksa tersangka dan juga saksi.

Prostitusi online di apartemen Panoramic sudah beroperasi 2 bulan

Praktik prostitusi online yang menawarkan apartemen Panoramic di Kota Bandung sudah beroperasi sekitar dua bulan. Prostitusi itu bawah kendali muncikari S dan AR, keduanya bisa menjaring 20 pria hidung belang dalam seharinya.

Jajaran Satreskrim Polrestabes Bandung membongkar bisnis esek-esek tersebut pada Selasa (1/3) pukul 17.00 WIB. Penggerebekan tersebut berdasarkan informasi masyarakat yang mengeluhkan adanya dugaan praktik prostitusi di tempat tersebut.

“Sudah dua bulan beroperasi di mana sehari bisa menjaring 20-25 tamu berdasarkan pembukuan yang kami dapat,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol AR Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Rabu (2/3).

Sebelum ‘main’ dengan PSK yang ditawarkan, muncikari ini mencari calon pria hidung belang di media sosial. Usai sepakat, para pria hidung belang ini dimasukan ke dalam akun salah satu aplikasi WA. Pada aplikasi itu muncikari memajang foto perempuan seksi yang rata-rata masih berusia 18-20 tahun.

“Muncikari share foto PSK. Setelah transaksi, nanti konsumen datang ke apartemen mewah tersebut,” terangnya.

Informasi dihimpun apartemen yang ada di Kecamatan Arcamanik itu berada di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jawa Barat. Apartemen itu bernama Panoramic. Muncikari menyewa dua kamar yang sebulannya dihargai Rp 6 juta. Di sanalah bisnis lendir itu dijalankan dua muncikari yang masih berusia muda.

Tarif sekali kencan dengan PSK di apartemen Panoramic Rp 1 juta

Praktik prostitusi online di Bandung dibongkar kepolisian. Dua muncikari inisial S dan AR memperdagangkan lima perempuan dengan tarif Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta sekali melayani.

Mereka bertransaksi di apartemen mewah yang ada di Jalan Soekarno Hatta (Bypass) Kota Bandung.

“Tarif sekali kencan rata-rata Rp 500 ribu hingga satu juta rupiah,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol AR Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Rabu (2/3).

Muncikari ini memanfaatkan media sosial untuk menjaring para hidung belang. Pelanggannya beragam. Usai mendapatkan akses, para hidung belang ini dimasukkan ke dalam grup What’s App. Di situlah foto perempuan seksi dipajang.

Rata-rata perempuan yang berasal dari beberapa daerah di Jabar ini masih berusia 18-20 tahun. “Muncikari share foto PSK. Setelah transaksi, nanti konsumen datang ke apartemen,” ungkapnya.

Polisi membongkar praktik prostitusi online pada Rabu (2/3) kemarin. Diamankan dua muncikari dan lima PSK yang menjadi saksi. “Semua masih dalam pemeriksaan,” terangnya.

Dalam sehari anak buah muncikari S dan AR layani hingga 25 pria

Praktik prostitusi online kelas apartemen di Bandung dibongkar aparat kepolisian. Dua muncikari S dan AR sudah ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya kini sudah diamankan di Mapolsek Arcamanik.

Mengenakan baju tahanan berwarna muncikari muda ini mengaku, sudah empat bulan menjalankan bisnis esek-esek. Berbekalkan gadget tersangka menjaring perempuan muda dan para pelaku hidung belang.

“Saya sudah empat bulan (praktik prostitusi online),” ucap S di Mapolsek Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (2/3).

Dia pun mengaku, pria hidung belang yang sudah sepakat harga langsung ‘bermain’ di apartemen mewah yang ada di Kota Bandung.

“Saya posting foto ceweknya (media sosial), tanpa tarif. Setelah itu kan banyak konsumen (pria hidung belang). Kalau ada yang tanya-tanya, deal ya langsung ke apartemen,” terangnya.

Untuk modusnya, S mengaku memang menghimpun perempuan muda yang siap melayani para pelaku hidung belang. “Saya enggak maksa kok. Mereka yang mau jadi PSK,” ungkapnya.

Bersama tersangka AR dia menyewa apartemen Rp 6 juta per bulannya. Satu kali kencan singkat atau short time dengan PSK kelas apartemen ini tarifnya bervariasi atau mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. “Dalam sehari muncikari ini bisa dapat 20-25 pelanggan,” kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol AR Yoyol.

loading...

Bacaan Terkait: