Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Tips Agar Rumah Tidak Jadi Sarang Kuman dan Penyakit

Kategori Dunia: Tips Rumah

Powered by: id.neuvoo.com

Tips Agar Rumah Tidak Jadi Sarang Kuman dan Penyakit. Rumah adalah tempat berlabuh hati, tetapi juga bisa membuat Anda dan keluarga bermasalah. Berikut beberapa perubahan sederhana yang dapat dibuat untuk rumah sehingga lebih sehat ditinggali bersama keluarga.

Hewan Peliharaan
Kita adalah bangsa pecinta hewan peliharaan. Dan, ada sekitar tujuh juta kucing dan enam juta anjing yang menjadi peliharaan di rumah.

Hewan peliharaan meningkatkan kesejahteraan emosional, sayangnya, juga dapat membuat tidak enak badan. Hewan peliharaan dikatakan dapat memperburuk gejala alergi karena mereka memiliki urin, air liur dan kulit mereka, demikian ditegaskan Lindsey McManus ahli alergi dari Inggris.

Kucing adalah hewan yang paling sering menyebabkan alergi pada manusia, tetapi binatang peliharaan apapun sebenarnya dapat menyebabkan masalah alergi. Selain alergi, hewan peliharaan juga dapat membawa salmonella yang dapat menyebabkan diare dan muntah.

Kucing juga dapat membawa parasit yang menyebabkan toksoplasmosis di kotoran mereka. Ini dapat berbahaya bagi anak-anak dan dapat menyebabkan wanita hamil keguguran.

Solusinya
Lakukan vacuum teratur, dengan mesin yang berfilter high efficiency particulate air (HEPA). Alat ini mampu menyaring ekstrak alergen bahkan yang terkecil di udara.

Sering-sering mencuci bawah permukaan secara teratur dan hilangkan debu debu.

Cegah hewan peliharaan menjilati wajah Anda, dan pastikan setiap orang dalam keluarga mencuci tangan setelah menyentuh hewan peliharaan.

Glazur Ganda
Jendela double-glazed sekarang umum digunakan karena hemat energi dan membantu menahan dinginnya cuaca. Sayangnya, mereka membentuk semacam segel terhadap angin dan cuaca namun mengurangi ventilasi.

Keuntungannya, satu mengurangi jumlah tungau debu rumah(yang merupakan penyebab utama alergi) demikian menurut Dr Adrian Morris, konsultan ahli alergi dari Klinik Surrey Alergi.

Tungau debu rumah berkembang di tempat yang lembab dan hangat serta memiliki tingkat sirkulasi udara yang rendah.

Kondensasi juga dapat cepat terjadi saat memasak, bernafas, dan mandi. Kelembaban ini memicu timbulnya jamur yang dapat membuat gejala asma semakin memburuk.

Solusinya
Sesekali bukalah jendela Anda ketika berada di rumah untuk menjaga rumah berventilasi dengan baik.

Jika perlu, berinvestasi dengan kipas ekstraktor di dapur untuk menghilangkan uap dan bau masakan. Jika mandi dengan shower, pastikan Anda menutup pintu sehingga uap tidak dapat menerobos ke seluruh bagian rumah. Dan, buka jendela kamar mandi setelah mandi.

Bahan Kimia di Dapur
Dapur berkilau memang selalu tampak hebat. Tapi produk pembersih rumah tangga dapat menyebabkan masalah kesehatan dan bahkan sindrom sensitivitas kimia.

Cairan pemutih yang banyak digunakan untuk mendekontaminasi permukaan dan kamar mandi termasuk di dalamnya. Usai diguanakan, cairan kimia melepaskan uap iritan yang dapat memperburuk gejala asma.

Banyak produk pembersih aerosol mengandung senyawa organik volatil (VOC) yang digunakan sebagai propelan. VOC dapat menyebabkan sakit kepala, mengantuk dan rasa tidak sehat.

Solusinya
Ada banyak produk alami yang berguna menjaga rumah tetap bersih dan berbau segar. Lindsey McManus menyarankan menggunakan soda bikarbonat sebagai pembersih abrasif.

Bahan ini juga dapat menjadi penyegar udara alami, caranya dengan mencampur bersama air dan beberapa tetes minyak esensial. Memasukkannya ke dalam sprayer tanaman dan semprotkan sekeliling ruangan.

Cuka juga dapat digunakan untuk membersihkan jendela dan permukaan dan jus lemon dapat menghilangkan noda di permukaan.

Selimut Bulu
Banyak orang percaya, alergi dapat dipicu dari bulu di bantal dan selimut. Sayangnya, mereka tidak dapat menyalahkan penyebab sebenarnya.

“Alergi bulu sebenarnya adalah kasus yang jarang terjadi, ” ungkap Dr Harry Morrow Brown, spesialis alergi dan pengobatan pernapasan dari ruang konsultasi Highfield House, Derby.

“Dalam kebanyakan kasus, justru tungau debu rumah pada bulu yang menyebabkan gejala,” katanya lagi.

Solusinya
Saran yang umum, ganti bantal tidur bulu dengan non-bulu sebagai alternatif.

Namun, sebuah studi baru-baru ini membandingkan berbagai jenis tempat tidur, termasuk busa bulu dan serat sintetis, dan ditemukan jika tungau debu rumah menyebabkan masalah setidaknya dalam bulu.

“Kami sarankan Anda menggunakan sarung bantal katun berkualitas tinggi. Dengan tenunan yang padat sehingga alergen tidak dapat datang menerobos,” kata Dr Brown.

Botol Bayi
Beberapa dugaan menyebutkan botol plastik keras bayi mengandung bahan kimia Bisphenol A (BPA), yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat dan payudara.

BPA juga ditemukan dalam berbagai macam produk plastik lainnya, termasuk komputer lap top dan peralatan makan atas meja.

The Food Standards Agency di Inggris mengatakan bahwa mungkin saja BPA dapat mempengaruhi sistem hormon dalam tubuh manusia. Tapi tidak ada bukti hal itu menyebabkan kerugian pada manusia.

Solusinya
Jika Anda khawatir, beralih saja ke botol plastik yang tidak mengandung BPA, atau botol kaca. Cara lain, jangan mengisi botol bayi dengan air mendidih karena ada bukti bahwa ini dapat membuat BPA meleleh dari plastik dan masuk ke cairan.

Selain itu, buang botol lama atau usang yang dapat melelehkan BPA. Aturan praktisnya, jangan menyimpan botol plastik lebih dari enam bulan.

loading...

Bacaan Terkait: