Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Waspadalah… 10 Risiko Operasi Sesar Bagi Ibu Hamil

Kategori Dunia: Kehamilan, Persalinan

10 Risiko Operasi Sesar Bagi Ibu Hamil – Memang jaman sekarang ini, banyak ibu hamil yang memilih persalinan melalui operasi sesar karena takut merasakan sakit ketika melirkan secara normal atau tidak ingi menunggu lama seperti menunggu proses pembukaan atau dilatasi yang bisa memakan waktu yang lama.

Bahkan ada juga yang beralasan melakukan operasi sesar karena ingin melahirkan sang bayi pada tanggal-tanggal tertentu semisal awal tahun dan sebagainya. Menurut ilmu kedokteran, suatu kehamilan dinyatakan cukupbulan atau aterm dam bahasa kedokteran, apabila usia kandungan 37 minggu ke atas berdasarkan Hari Pertama Hari Terakhir.

Artinya adalah di saat usia ini janin secara organ sudah matang dan siap lahir-usia kehamilan 40 minggu. Pada kondisi tertentu, bisa saja operasi sesar dilakukan sebelum 37 minggu (prematur).

Sejauh ini, operasi sesar memang dianggap relatif aman. Namun, sama seperti operasi besar lainnya, operasi sesar juga memiliki risiko tindakan yang lebih besar dalam jangka panjang atau jangka pendek.

Berikut ini adalah risiko yang mungkin terjadi jika ibu hamil melakukan operasi sesar.

  1. Rasa sakit setelah operasi.
    Ini merupakan faktor yang paling utama karena rasa sakit bisa berlangsung setidaknya untuk beberapa minggu setelah operasi.
  2. Infeksi.
    Terutama infeksi pada luka bekas operasi, infeksi saluran kemih, dan infeksi pada dinding rahim.
  3. Pembekuan darah di kaki atau paru-paru.
  4. Pendarahan.
  5. Efek setelah anestesi yaitu mul, muntah dan sakit kepala.
  6. Terbentuknya jaringan ikat (adhesi).
  7. Timbulnya luka bekas sayatan yang panjangnya berkisar antara 10-15 cm.
  8. Biasanya setelah beberapa tahun luka tersebut akan tersamarkan.
  9. Cedera pada saraf atau organ lain yang dapat terjadi selama operasi berlangsung.
  10. Leher rahim terhalang.

Dikarenakan tumbuhnya plasenta di dalam rahim yang biasa disebut plasenta previa. Selain itu, ibu hamil bisa mengalami plasenta akreta, incentra atau percetra. Ketiganya bisa menyebabkan pendarahan hebat setelah melahirkan.

loading...

Bacaan Terkait: