loading...
loading...
Dunia Baca dot Com

bukan sekedar Baca untuk membuka jendela Dunia

Menu

Watermarking Citra Digital Menggunakan Transformasi Hybrid Dwt Dan Dct

Kategori Dunia: Referensi Skripsi
Loading...

Referensi Skripsi – Kemudahan dalam pengaksesan data citra digital menyebabkan diperlukannya suatu sistem keamanan yang dapat mengamankan informasi dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Salah satu metode keamanan untuk data citra digital adalah Digital Image Watermarking. Dengan menggunakan metode gabungan DWT dan DCT pada watermarking citra digital diharapkan data yang disisipkan lebih kuat terhadap serangan yang dilakukan seperti, penambahan noise,kompresi,blur,text dan grayscale. Namun metode ini tidak tahan terhadap serangan cropping dikarenakan informasi citra yang hilang tidak dapat dilakukan proses ekstrak.Setelah melakukan pengukuran secara obyektif maka dapat ditarik kesimpulan bahwa metode gabungan DWT-DCT menunjukan kinerja yang baik dalam watermarking citra digital, karena citra yang ter-watermark memiliki PSNR lebih dari 20, dan watermark ekstrak memiliki nilai korelasi silang (NC) kemiripan citra antara watermark ekstrak dengan watermark asli tidak kurang dari 0.6 maka tingkat kemiripan dengan watermark asli tidak jauh berbeda dengan watermark ekstrak meskipun informasi pada watermark ekstrak ada yang tidak sempurna.

Latar Belakang

Saat ini penggunaan internet dalam kehidupan sehari – hari menjadi hal yang umum. Banyak fasilitas yang ditawarkan di internet, salah satunya adalah unggah dan unduh file citra. Dengan adanya fasilitas unggah dan unduh file seseorang dapat mengunggah dan mengunduh file citra dengan mudah karena adanya jangkauan penggunaan internet yang sangat luas.

Penggunaan internet yang sangat luas ternyata memiliki sisi positif dan negatif terutama bagi pemilik asli citra digital. Sisi positif dari kemudahan penyebaran tersebut antara lain dengan cepatnya pemilik citra menyebarkan file citra digital ke salah satu situs yang ada di internet. Sedangkan sisi negatifnya antara lain tidak adanya perlindungan kepemilikan citra yang disebarkan, citra digital ini akan sangat mudah diakui kepemilikannya oleh pihak lain.

Perlindungan hak cipta untuk data citra digital sudah menjadi suatu hal yang penting. Pemberian cap air digital (watermarking) muncul sebagai suatu teknik untuk melindungi data citra digital dari pengakuan orang lain. Dengan diterapkannya digital image watermarking , hak cipta citra digital yang dihasilkan akan terlindungi dengan cara menanamkan informasi tambahan seperti informasi pemilik atau keaslian dalam citra digital dan jika terdapat adanya pengakuan terhadap citra digital yang telah ditanamkan informasi tambahan, maka pemilik citra digital akan dapat mudah menunjukkan keaslian citra digital dengan melakukan ekstrak terhadap citra digital yang telah ditanamkan.

Digital watermarking semakin berkembang seiring dengan semakin meluasnya penggunaan internet. Dengan berkembangnya watermarking pada saat ini, berkembang pula metode – metode yang di terapkan pada proses digital watermarking. Sebagai contoh, metode transformasi DWT (Discrete Wavelet Transform) , error correcting code yang memanfaatkan kelemahan system visual manusia, metode watermarking visible dan invisible pada domain spectral yang diterapkan dengan pendekatan secure spread spectrum dan texture base, serta metode watermarking citra digital menggunakan domain DCT (Discrete Cosine Transform) dengan memanfaatkan blok 8 x 8.
Penerapan watermarking citra digital dapat dilakukan pada tipe gambar hitam putih (grayscale) ataupun citra berwarna (RGB) berukuran n x n atau m x n dengan format yang bermacam – macam, seperti : JPEG,BMP,TIFF atau PNG, sehingga dalam penerapan watermarking citra digital tidak mengacu pada tipe gambar dan format satu saja.

Download Referensi Skripsi; Watermarking Citra Digital Menggunakan Transformasi Hybrid Dwt Dan Dct

loading...

Loading...

Bacaan Terkait: